Berita

Representative Image (Foto: X)

Dunia

Ukraina Pertimbangkan Legalisasi Konten Dewasa untuk Danai Perang

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 12:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ukraina dilaporkan tengah mempertimbangkan legalisasi konten dewasa atau pornografi untuk membantu perekonomian sekaligus menambah sumber pendanaan perang melawan Rusia. 

Mengutip laporan The Wall Street Journal (WSJ), Senin, 7 September 2036, produksi, kepemilikan, maupun distribusi pornografi saat ini masih ilegal di Ukraina dan dapat dihukum hingga tujuh tahun penjara. 

Meski demikian, industri hiburan dewasa di negara tersebut berkembang cukup pesat dan disebut beroperasi dengan dukungan aparat kepolisian yang korup.


Anggota parlemen Ukraina Yaroslav Zhelezniak mendorong rancangan undang-undang yang akan melegalkan pornografi. 

Zhelezniak memperkirakan legalisasi tersebut dapat menghasilkan penerimaan pajak hingga 25 juta dolar AS yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan perang Ukraina.

Persoalan muncul setelah otoritas Ukraina mulai menuntut para kreator konten dewasa untuk membayar pajak.

Namun, mereka yang memenuhi kewajiban tersebut secara tidak langsung mengakui keterlibatan dalam aktivitas yang masih dikategorikan sebagai tindak pidana berdasarkan aturan pornografi yang berlaku.

"Para perempuan ini, entah mereka tidak membayar pajak dan menghadapi tuntutan pidana karenanya, atau mereka membayar pajak dan didakwa melanggar undang-undang pornografi," kata Zhelezniak kepada WSJ. 

Data Fenix International, perusahaan induk OnlyFans, menunjukkan sebanyak 7.900 warga Ukraina memperoleh lebih dari 131 juta dolar AS melalui platform tersebut sepanjang 2023. 

Sejumlah kreator kemudian menghadapi persoalan hukum. Svitlana Dvornikova, salah satunya, mengaku polisi menyita uang tunai 20.000 dolar AS, laptop, dan hard drive miliknya dalam sebuah penggerebekan.

Pengacara pajak Lesia Mykhalenko, yang telah mewakili lebih dari 100 model OnlyFans, menilai kasus tersebut justru membebani sistem hukum Ukraina. 

“Ini adalah kejahatan yang tidak memakan korban. Hal ini secara tidak perlu membebani sistem hukum pada saat kita seharusnya fokus membela negara," tegasnya.

Rancangan undang-undang yang turut disusun Zhelezniak telah lolos pembacaan pertama di parlemen Ukraina pada Juli dan kini dijadwalkan menjalani pembacaan kedua.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya