Berita

Peringatan Kedubes Maroko terkait erupse Gunung Anak Krakatau (Akun Instagram @embassyofmoroccoinjakarta)

Dunia

Kedubes Maroko Minta Warganya di Indonesia Waspadai Abu Anak Krakatau

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 07:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kedutaan Besar Maroko di Jakarta meminta warga negaranya yang berada di Indonesia meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga Maroko diminta menghindari paparan abu vulkanik dan mewaspadai potensi gangguan perjalanan udara.

Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar Maroko menyebut aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk kawasan sekitar Jakarta. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap operasional penerbangan.

"Kedutaan Besar Maroko meminta warga negaranya mengikuti arahan otoritas Indonesia dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau," demikian pernyataan tersebut, dikutip Senin 7 September 2026.


Sejumlah bandara mengalami gangguan operasional akibat sebaran abu vulkanik. Dampaknya dirasakan pada penerbangan domestik maupun internasional, mulai dari penundaan hingga pembatalan dan perubahan jadwal.

Kedutaan Besar Maroko juga meminta warganya menghindari perjalanan yang tidak penting ke wilayah terdampak abu vulkanik. Warga yang berada di dalam ruangan disarankan tetap berada di dalam dan sebisa mungkin menghindari paparan abu.

Paparan abu vulkanik perlu dihindari terutama oleh warga yang memiliki gangguan saluran pernapasan. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, warga diminta menggunakan masker dan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko paparan.

Untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah, pintu dan jendela disarankan tetap tertutup. Warga juga diminta menjaga sumber air dan makanan agar tidak tercemar abu vulkanik.

Bagi warga Maroko yang memiliki penerbangan dari atau menuju Indonesia, Kedutaan Besar Maroko meminta mereka segera menghubungi maskapai masing-masing dan memeriksa status penerbangan. Langkah tersebut penting karena jadwal penerbangan dapat berubah atau mengalami keterlambatan.

Warga juga diminta mematuhi seluruh arahan otoritas Indonesia serta terus memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas vulkanik dan penyebaran abu.

"Kedutaan Besar Maroko akan terus memantau perkembangan situasi dan menggunakan saluran komunikasi resmi untuk menyampaikan informasi terbaru kepada warga negaranya di Indonesia," demikian pernyataan tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya