Berita

Joko Widodo alias Jokowi melakukan safari politik ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Istimewa)

Politik

Kerja Politik Jokowi Dongkrak PSI Masih Stagnasi

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 03:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Hanya lebih kurang sepekan hasil survei SMRC eksis di dunia maya yang memframingkan dua hal penting pada publik bahwa Presiden Prabowo Subianto anjlok dan elektabilitas PSI melejit di angka 4,1 persen, malah menggilas PAN dan PPP.

Pasalnya, pekan berikutnya hasil survei SMRC itu dikoreksi oleh hasil survei lainnya. 

Terbaru hasil survei Parameter Politik, milik Adi Prayitno, yang terkenal relatif netral membaca persoalan sosial-politik yang sedang terjadi.


"Satu di antara dua orang polster (lembaga survei) yang masih layak dipertimbangkan hasil survei dan analisis politiknya, selain Burhanuddin Muhtadi dari Indikator Politik Indonesia adalah Adi Prayitno, Parameter Politik," kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dikutip Senin 7 September 2026.  

Apabila dalam hasil survei SMRC, elektabilitas PSI gagah menggilas PAN dan PPP di angka 4,1 persen, di hasil survei Parameter Politik, PSI kembali lagi pada posisi awal sesuai hasil Pemilu 2024, urutan 10 di bawah PPP, yakni 2,6 persen.

"Artinya, kerja-kerja politik yang dilakukan Joko Widodo (Jokowi) masih mengalami stagnasi dari segi preferensi pemilih, kalau berpegang dengan hasil survei lain, terutama Parameter Politik. Tapi kalau memegang survei SMRC, PSI melejit," kata Erizal.

Memang, kata Erizal, tergantung preferensi masing-masing juga. Kalau lebih percaya Saiful Mujani dibandingkan Adi Prayitno maka peganglah hasil survei SMRC. Tapi kalau lebih percaya Adi Prayitno, abaikanlah survei SMRC.

"Anda lebih percaya siapa? Itu juga nanti menentukan preferensi pilihan politik Anda," pungkas Erizal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya