Berita

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun. (Foto: Humas Polri)

Hukum

Polisi Intensifkan Patroli Laut di Zone Merah

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 17:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Polda Lampung memperketat patroli di perairan gugus Pulau Anak Krakatau seiring peningkatan aktivitas gunung api tersebut yang kini berada pada Level III (Siaga).

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan keselamatan masyarakat, nelayan, maupun wisatawan agar tidak memasuki zona bahaya.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Seluruh pihak diimbau mematuhi batas radius aman yang telah ditetapkan otoritas terkait.


"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengingatkan nelayan maupun wisatawan agar tidak memaksakan diri mendekati Anak Krakatau dan mematuhi radius aman," tegas Kombes Yuni, Minggu, 6 September 2026.

Patroli gabungan melibatkan personel Ditpolair Polda Lampung, BKSDA, Satpolair, Sie Humas, hingga Sie Dokkes Polres Lampung Selatan. Petugas memfokuskan penyisiran untuk mengosongkan area dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Dalam patroli laut tersebut, petugas sempat mendapati sejumlah nelayan yang nekat menjaring ikan di dalam zona terlarang. Petugas langsung memberikan teguran keras serta menginstruksikan mereka untuk segera menjauh.

Tak hanya nelayan, pengawasan ketat juga menyasar kapal pelesir. Petugas sempat mendeteksi sebuah speed boat fiber berwarna putih yang mencoba mendekati kawasan vulkanik. Kapal tersebut langsung tancap gas berbalik arah menuju perairan Banten saat dihampiri petugas.

Guna mempertegas larangan, personel gabungan memasang spanduk imbauan di area strategis serta membagikan masker gratis kepada warga dan wisatawan di Pulau Sebesi.

Berdasarkan laporan Badan Geologi, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus berlangsung. Bahkan, sempat teramati fenomena lava fountain atau air mancur lava yang disertai suara gemuruh kuat.

"Anak Krakatau merupakan gunung api aktif dan saat ini berada pada Level III. Kami meminta masyarakat tidak mengambil risiko dengan mendekati kawasan yang sudah dinyatakan terlarang," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya