Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: White House)

Dunia

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 16:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran disebut berencana memperpanjang perang selama berbulan-bulan demi menekan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjelang pemilu sela (midterm elections).

Laporan intelijen AS yang dikutip New York Times menyebut, meski permusuhan terbaru masih terbatas, pemerintah Iran diyakini tengah mempertimbangkan eskalasi besar. 

Sejak perang berlangsung, Iran disebut semakin memahami kemampuan militernya dan memiliki keyakinan lebih besar untuk menggunakannya.


"Iran menjadi lebih percaya diri akan kemampuannya menyerang target-target di Timur Tengah dan tampak bertekad untuk melanjutkan konflik selama berbulan-bulan demi membuat Amerika Serikat frustrasi," ungkap laporan tersebut, dikutip Minggu, 6 September 2026.

Laporan tersebut juga memperkirakan kesepakatan untuk mengakhiri konflik akan sulit dicapai. 

Iran disebut berkepentingan memperburuk persoalan politik yang dihadapi Trump menjelang pemilu sela. Sementara itu, sanksi AS diperkirakan tetap menjadi faktor yang mendorong Teheran meningkatkan eskalasi.

"Mereka justru lebih memilih untuk memperparah masalah politik Presiden Trump menjelang pemilihan umum paruh waktu AS," kata laporan New York Times.

Iran bahkan dinilai berpotensi mengulangi sejumlah aksi pada Juli lalu, termasuk menyerang pangkalan AS di kawasan, menghantam kapal di Selat Hormuz, serta menargetkan infrastruktur di negara-negara tetangga.

Selain ancaman militer, laporan intelijen itu mengungkap bahwa kelompok peretas Iran disebut telah kembali berkonsolidasi sejak perang dimulai. Mereka dinilai berupaya menggerus dukungan publik AS terhadap perang melalui serangan siber.

Wakil Presiden AS JD Vance mengakui adanya potensi serangan siber Iran, namun menilai ancamannya terhadap masyarakat AS relatif terbatas. 

“Jika Anda melihat kemampuan Iran untuk mengganggu kehidupan normal warga Amerika, saya rasa itu cukup terbatas. Bukan nol, tetapi cukup terbatas. Saya akan jauh lebih khawatir tentang serangan siber dari aktor lain," kata Vance.

Dalam laporan, Iran juga disebut memahami bahwa gangguan terhadap Selat Hormuz dan kenaikan harga gas dapat menjadi beban politik bagi Trump dan Partai Republik. 

Teheran bahkan berpotensi menggunakan media sosial untuk memengaruhi pemilih AS, termasuk melalui jaringan akun Facebook dan Instagram yang menurut laporan Meta berasal dari Iran dan menyebarkan “anti-Republican views”, sebagian dengan bantuan kecerdasan buatan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya