Berita

Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee (Foto: X)

Dunia

Dubes AS Cap Pemukim Israel di Tepi Barat sebagai Teroris

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 13:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee kembali mengecam kekerasan yang dilakukan pemukim ilegal Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. 

Dia bahkan mengkategorikan aksi para pemukim tersebut sebagai terorisme.

“Jika ada penghuni liar yang datang dan memasang bendera mereka sendiri serta mengambil alih sesuatu yang bukan milik mereka, jika mereka membakar mobil, jika mereka membakar masjid, jika mereka masuk ke rumah seseorang dan merusaknya, melukis grafiti di dinding, itu adalah tindakan kriminal. Tetapi itu melampaui tindakan kriminal. Itu adalah tindakan teror,” kata Huckabee saat mengunjungi Desa Turmus Ayya, dikutip Minggu, 6 September 2026.


Huckabee sebelumnya juga menggunakan istilah teroris ketika merespons kerusuhan di Kota Qusra, Tepi Barat. 

Beberapa hari kemudian, warga Desa Bazariya mengatakan pemukim Israel membakar sebuah masjid dan meninggalkan grafiti berbahasa Ibrani di dinding yang berbunyi “Salam dari para teroris, Huckabee”.

Menanggapi grafiti tersebut, Huckabee mengaku senang mereka mengakuinya.

"Saya rasa bukan itu yang mereka maksudkan, tetapi saya pikir mereka mewakili minoritas yang sangat kecil," ujarnya. 

Dalam kunjungannya, Huckabee mengatakan banyak warga Amerika yang tinggal di Turmus Ayya dan wilayah sekitarnya tidak dapat menikmati kehidupan secara damai akibat aksi kekerasan.

“Saya sangat menyadari bahwa banyak warga Amerika yang tinggal di Turmus Ayya dan komunitas lain di seluruh wilayah ini tidak menikmati kehidupan yang layak mereka jalani, tidak menikmatinya dengan damai,” kata dia.

Huckabee menegaskan Kedutaan Besar AS tidak dapat menyelidiki aktivitas kriminal, tetapi dapat mendesak pemerintah Israel agar menangani kasus tersebut.

“Ada kebutuhan yang perlu dipenuhi, ada masalah yang tidak bisa diabaikan, dan kejahatan serta tindakan teror tertentu yang tidak bisa terus berlanjut tanpa negara tersebut melakukan investigasi dan pengadilan yang merupakan hak setiap orang,” tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya