Berita

Ilustrasi

Politik

ANTAM Turut Serta Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 11:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dukungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Mempawah, Kalimantan Barat, diberikan PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTAM), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID.


Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menunjukkan komitmennya dengan hadir langsung di lokasi untuk meninjau proses penanganan serta memastikan kesiapan personel dan dukungan perusahaan di lapangan.

Tim Emergency Response Group (ERG) ANTAM dan PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), serta ERG dari Grup MIND ID telah bergerak aktif melakukan penyisiran, penyemprotan, pembasahan area, serta memadamkan titik-titik api dan mencegah penyebaran lebih luas.

Tim Emergency Response Group (ERG) ANTAM dan PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), serta ERG dari Grup MIND ID telah bergerak aktif melakukan penyisiran, penyemprotan, pembasahan area, serta memadamkan titik-titik api dan mencegah penyebaran lebih luas.

Penanganan dilakukan secara terpadu bersama  Grup MIND ID, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, Pemerintah dan Masyarakat Peduli Api , serta berbagai pihak terkait lainnya.

Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto mengatakan bahwa kehadiran ANTAM dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menjaga keselamatan masyarakat, lingkungan, serta wilayah di sekitar kegiatan operasional.

“Prioritas kami saat ini adalah mendukung seluruh upaya agar titik api dapat segera dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan. ANTAM bersama MIND ID dan seluruh pihak terkait terus berkoordinasi serta mengerahkan sumber daya yang dibutuhkan untuk memperkuat penanganan di lapangan,” ujar Untung saat meninjau penanganan karhutla di Mempawah dikutip Minggu, 6 September 2026.

Untung menambahkan, ANTAM mengapresiasi seluruh personel yang bekerja di lapangan, termasuk dukungan personel Emergency Response Group dari Grup MIND ID yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Penanganan kondisi seperti ini membutuhkan kerja bersama. Kami mengapresiasi BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, MIND ID, seluruh tim ERG, serta masyarakat yang bahu-membahu melakukan penanganan. ANTAM akan terus mendukung proses ini sampai kondisi dapat terkendali dengan baik,” lanjut Untung.

Sebagai bagian dari penguatan penanganan, Grup MIND ID mengonsolidasikan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari berbagai wilayah operasional di Sumatra, Jawa, Sulawesi hingga Papua untuk mendukung penanganan karhutla di Mempawah.

Selain personel, dukungan juga diberikan melalui berbagai perlengkapan penanganan kebakaran dan keselamatan, antara lain foam pemadam kebakaran, alat pelindung diri (APD), turnout gear, selang kebakaran, serta masker medis dan masker N95 untuk membantu melindungi personel maupun masyarakat dari dampak kabut asap.

Berdasarkan pemantauan dan koordinasi di lapangan, titik api dipastikan tidak berasal dari aktivitas operasional ANTAM maupun Grup MIND ID. Meski demikian, ANTAM mengambil langkah proaktif dalam penanganan karena keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta pengendalian dampak karhutla menjadi prioritas utama perusahaan.

ANTAM terus berkoordinasi dengan MIND ID dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk melakukan pemantauan serta mendukung penanganan hingga kondisi dinyatakan aman. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi komitmen ESG ANTAM, khususnya dalam aspek perlindungan lingkungan, keselamatan, serta kontribusi sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Bagi ANTAM, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Karena itu, ketika terjadi kondisi kedaruratan di sekitar wilayah operasi, kami berkomitmen untuk hadir, bergerak cepat, dan berkolaborasi dalam penanganannya,” tutup Untung. 

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya