Berita

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Koperasi Didorong Naik Kelas Lewat Akses Pasar Global

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 08:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong koperasi di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas usaha hingga mampu menembus pasar global. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka akses promosi dan jejaring internasional melalui pameran China International E-Commerce Industry (CIEIE) Indonesia 2 Sessie di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan, hasil pendataan dan pendampingan terhadap koperasi di berbagai daerah menunjukkan masih terdapat tiga tantangan utama yang perlu diatasi agar koperasi dapat naik kelas menjadi pemain global, yakni kualitas sumber daya manusia (SDM), pembiayaan, dan akses pasar.


“Setelah kita keliling di seluruh Indonesia dan mendatabase koperasi-koperasi, ada beberapa tantangan koperasi untuk bisa naik kelas dan menjadi kelas global. Yang pertama adalah SDM-nya, yang kedua pembiayaan, yang ketiga pasar,” ujar Wamenkop saat menghadiri CIEIE Indonesia 2 Sessie di Forum Area Hall C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta, dikutip Minggu, 6 September 2026.

Kemenkop menghadirkan sejumlah koperasi binaan dalam ajang tersebut untuk memperluas peluang bisnis melalui pertemuan antara produsen dengan konsumen maupun antarprodusen. Pameran internasional dinilai menjadi salah satu sarana strategis untuk memperkenalkan produk koperasi ke pasar yang lebih luas.

Ia berharap koperasi yang telah memiliki produk berkualitas dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menembus pasar ekspor. 

Sementara bagi koperasi yang belum masuk pasar global, pameran diharapkan mampu memberikan inspirasi dan mendorong mereka mempersiapkan diri menjadi pelaku usaha berorientasi ekspor.

Namun, Wamenkop menegaskan bahwa memasuki pasar global membutuhkan kesiapan, terutama dalam memenuhi standar mutu dan sertifikasi internasional. Karena itu, Kemenkop terus memberikan pendampingan agar koperasi dapat memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan.

“Kita dorong koperasi-koperasi yang memang memiliki produk kualitasnya sudah oke, tinggal memenuhi prasyarat sertifikasi-sertifikasi yang kemudian dilayani dan didampingi oleh Kementerian Koperasi agar memenuhi standar tersebut,” katanya.

Selain membuka akses pasar, Farida menyebut pameran internasional juga menjadi ruang pembelajaran bagi koperasi. Melalui ajang tersebut, koperasi dapat melihat praktik usaha dari pelaku lain yang telah lebih dulu berhasil menembus pasar ekspor.

Ia berharap koperasi yang sudah menjadi eksportir dapat berperan sebagai penggerak bagi koperasi lainnya. Dengan demikian, akan terbentuk kerja sama antarkoperasi dalam memperluas jaringan bisnis dan mempercepat proses masuk ke pasar global.

“Kalau mereka sudah masuk ke pasar global, sudah bisa menjadi eksportir agar bisa menarik teman koperasinya yang lain. Sehingga ada kooperatif antara koperasi yang sudah ekspor dengan koperasi-koperasi yang baru mau masuk ke pasar global,” ujar Farida.

Farida menegaskan, pemerintah tengah membangun ekosistem agar kesempatan berkembang tidak hanya dirasakan oleh sebagian kecil koperasi, melainkan seluruh koperasi produsen di Indonesia. 

Melalui penguatan kapasitas, akses pembiayaan, pendampingan sertifikasi, dan pembukaan pasar global, koperasi diharapkan mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing internasional.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya