Berita

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). (Foto; istimewa)

Politik

Bandara Soetta Perpanjang Waktu Tutup Operasional Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 07:55 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Erupsi Gunung Anak Krakatau mendapat perhatian serius dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Pemantauan dan koordinasi diintensifkan  bersama dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, dan BMKG terhadap dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan, khususnya di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).

Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara dari pukul 01.30 WIB s.d. 09.30 WIB. Penutupan wilayah udara ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil paper test pada Minggu, 6 September 2026, pukul 00.35 WIB-01.05 WIB yang menunjukkan hasil positif sebaran abu vulkanik. 


Selanjutnya, hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB - 06.35 WIB juga menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sehingga penutupan bandara diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26.

Berdasarkan pembaruan data hingga 6 September 2026 pukul 05.30 WIB, berikut rincian dampak operasional penerbangan:

Saat ini, pihak bandara memastikan bahwa seluruh pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) berada dalam kondisi aman. Terdapat total 170 pesawat yang disiagakan di area apron dengan rincian Terminal 1 sebanyak 66 pesawat, Terminal 2 sebanyak 51 pesawat, Terminal 3 sebanyak 49 pesawat, Kargo sebanyak 4 pesawat.

Berdasarkan NOTAM penutupan wilayah udara periode 01.30 s.d. 09.30 WIB, tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak dengan rincian per terminal total penumpang terdampak pada periode penutupan ini mencapai 22.798 penumpang.

Rute penerbangan dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak meliputi Domestik Utama  Makassar (UPG) dengan total 16 pergerakan pesawat. Internasional Utama Singapura (SIN) dengan total 11 pergerakan pesawat.

Rincian penanganan status penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali untuk rute Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL). Sedangkan pada penerbangan domestik terdapat 4 pembatalan dan 1 penerbangan yang dialihkan untuk rute Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB).

Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur.

Ditjen Perhubungan Udara memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan mengingat adanya potensi dampak berantai (cascading impact) terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal. Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

Ditjen Perhubungan Udara mengimbau kepada masyarakat atau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta agar memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya dan memohon agar memperhatikan situasi dengan tidak datang ke bandara terlebih dahulu.

Ditjen Perhubungan Udara akan terus memonitor perkembangan situasi bersama operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, BMKG, serta pihak terkait lainnya dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan signifikan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya