Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi Penulis)

Publika

Cukuplah Islam yang Dicontohkan Rasulullah

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 00:30 WIB

DI sosial media, terjadi diskusi hangat terkait peluncuran buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam, oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada awal September 2026. 

Buku setebal hampir 400 halaman ini mengulas sisi keislaman Presiden Prabowo Subianto dari masa kehidupan pribadi, karier militer, hingga kepemimpinannya sebagai kepala negara. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari tokoh agama, akademisi, diplomat, dan politisi mengenai bagaimana nilai-nilai Islam tercermin dalam kebijakan serta kepemimpinan Prabowo. 

Namun, jika ditinjau dari perspektif politik buku ini adalah buku pencitraan politik yang membegal otoritas tokoh agama. Bahkan, turut menjajakan nilai-nilai agama yang dibajak untuk kepentingan pencitraan pribadi seorang Prabowo Subianto.


Semestinya, buku seperti ini ditulis dalam bentuk autobiografi. Agar jelas, bahwa perspektif buku ini subjektif, perspektif seorang Prabowo Subianto.

Namun, begitu ditulis oleh banyak pihak dan diterbitkan oleh lembaga otoritas agama (MUI), buku ini menjadi semacam mazhab agama. Buku yang seolah-olah Prabowo adalah salah satu prototipe pengamalan ajaran agama, baik dalam sisi kehidupan pribadi, keluarga hingga bernegara.

Padahal, Prabowo hingga saat ini masih belum Clear terkait hubungannya dengan Teddy Indra Wijaya, sebagaimana kritikan Amien Rais. Itu saja, sudah cukup untuk mendelegitimasi sisi Prabowo dalam perspektif agama, apalagi hal yang lainnya.

Suatu ketika, Prabowo memimpin rapat dengan para aktivis. Karena agenda panjang, sampai-sampai tak ada jeda untuk sholat magrib, sehingga sejumlah aktivis yang diundang mengambil modus pamit ke kamar kecil, lalu melanjutkan sholat magrib. Sementara Prabowo, masih terus rapat tanpa mengindahkan waktu sholat. Ini salah satu sisi anomali seorang Prabowo yang penulis dapatkan ceritanya dari aktivis yang ikut dalam rapat tersebut.

Dalam kebijakan, Prabowo juga masih melanggengkan sekularisme dan menerapkan sistem ekonomi kapitalisme. Seluruh tambang yang dikelola swasta (meskipun ada pergeseran dari otoritas 9 naga ke 9 Haji), kebijakan ini mengkonfirmasi Prabowo pro kapitalis dan tidak menerapkan kebijakan berbasis nilai-nilai Islam.

Jika Islam yang diterapkan, maka seluruh tambang, hutan, SDA Indonesia yang terkategori al milkiyatul ammah (milik umum), wajib dikelola negara. Tak boleh dikelola Luhut Panjaitan, Anthoni Salim, maupun Haji Isam. Individu dan swasta, haram mengelola barang milik umum (al Milkiyatul Ammah).

Negeri ini sedang banyak masalah. Semestinya Ulama mendakwahkan  Islam ajaran Rasulullah Muhammad SAW sebagai solusi, bukan malah menjadi buzzer untuk membangun citra politik bagi Prabowo. Tidak usah sibuk untuk 2029, berkuasa hari ini saja rakyat tak mendapatkan manfaat dari perubahan kepemimpinan era Prabowo.

Cukuplah Islam yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW untuk menata negeri ini. Bukan sistem kapitalisme liberal yang terus menindas rakyat, yang menguras SDA untuk kepentingan kaum oligarki.

Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik



Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya