Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Purbaya Yakin PPh 0 Persen Selama 50 Tahun untuk PFII Tak Bikin Negara Rugi

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 22:21 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah menilai pemberian insentif Pajak Penghasilan (PPh) 0 persen selama 50 tahun di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dapat membuka sumber pembiayaan baru bagi perekonomian nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru meyakini kebijakan tersebut akan menguntungkan negara. Pasalnya, dana yang hendak ditarik melalui skema PFII merupakan dana yang selama ini belum masuk ke Indonesia. 

"Enggak ada (konsekuensinya). Kan nol, uangnya juga tadinya enggak di sini. Tapi sekarang begitu uangnya masuk di sini, kita punya sumber pendanaan tambahan," kata Purbaya dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu, 5 September 2026.


Ia menjelaskan, setelah masuk ke Indonesia, dana tersebut dapat mengalir ke berbagai instrumen investasi. Pemerintah, kata Purbaya, dapat memperoleh manfaat dari penempatan dana itu pada obligasi negara maupun pembiayaan proyek pembangunan.

Dengan demikian, insentif pajak tersebut diharapkan menjadi pemicu masuknya dana asing sekaligus memperluas sumber pembiayaan pembangunan.

"Cuma dia bisa invest di obligasi saya atau di proyek-proyek pembangunan. Itu yang dikejar. Kalau dibilang 'Saya rugi apa enggak?', enggak. Tadinya kan enggak ada. Kalau enggak dibuat, ya enggak ada juga. Tapi ada dampak positif tadi," katanya.

Purbaya juga melihat manfaat kebijakan tersebut dari sisi likuiditas valuta asing. Arus dana baru yang masuk ke dalam negeri akan menambah pasokan dolar di pasar domestik.

"Ada fund baru tambahan untuk membangun, membantu pembangunan ekonomi Indonesia. Dan supply dolar jadi banyak," jelasnya.

Tambahan pasokan valuta asing itu, lanjut Purbaya, pada gilirannya dapat berkaitan dengan penguatan cadangan devisa dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Mau langsung atau enggak langsung, itu kan bisa dikaitkan, harusnya bisa dikaitkan ke forex reserve to some extent. Jadi memperkuat stabilitas nilai tukar juga," tandasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya