Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 20:23 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah akan membahas rencana penambahan lapisan tarif cukai hasil tembakau (CHT) bersama Komisi XI DPR RI setelah pembahasan RAPBN 2027 rampung.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pembahasan kebijakan tersebut belum dapat dilakukan lantaran pemerintah dan DPR masih fokus menyelesaikan pembahasan RAPBN 2027.

“Nanti habis selesai pembahasan APBN baru kita menghadap DPR untuk mendiskusikan layer baru yang tarif cukai rokok,” ujar Purbaya dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu, 5 September 2026.


Menurut Purbaya, pembahasan RAPBN 2027 diperkirakan selesai pada akhir September. Setelah itu, pemerintah akan membawa sejumlah kebijakan yang masih dalam tahap persiapan untuk dibahas bersama DPR.

Untuk itu, pembahasan mengenai penambahan lapisan tarif cukai rokok ditargetkan mulai dilakukan pada awal Oktober.

“Oktober awal mestinya sih, karena APBN-nya baru selesai siklusnya kan akhir September,” kata bendahara negara.

Purbaya sebelumnya menyatakan optimistis kebijakan penambahan layer cukai rokok dapat diterapkan. Salah satu tujuan kebijakan tersebut adalah menekan peredaran rokok ilegal sekaligus menciptakan persaingan usaha yang lebih adil.

Ia menegaskan, setelah lapisan tarif baru diterapkan, produsen rokok ilegal harus masuk ke dalam sistem legal dan memenuhi kewajiban pembayaran cukai kepada negara.

Purbaya juga mengaku telah bertemu dengan sejumlah produsen rokok ilegal dan mengingatkan mereka untuk mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, penataan kembali struktur tarif cukai bukan hanya berkaitan dengan penerimaan negara, tetapi juga untuk menciptakan fair game bagi seluruh pelaku usaha industri hasil tembakau.

“Setelah kebijakan itu ada, kalau mereka enggak masuk juga (ke sistem yang legal), ya sudah kita berantas habis. Jadi ada fair game,” katanya beberapa waktu lalu.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya