Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid (Foto: Dokumen pribadi)

Politik

PKS: Rekonstruksi Mental Harus Jadi Prioritas Pemulihan NTT Selanjutnya

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 17:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai tidak boleh berhenti pada pembangunan kembali rumah dan fasilitas umum. 

Trauma masyarakat yang masih dihantui gempa susulan harus menjadi perhatian serius pemerintah, terutama karena sebagian warga hingga kini belum berani kembali tidur di dalam rumah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid saat mengunjungi warga terdampak bencana di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, baru-baru ini.


Dalam kunjungan tersebut, Kholid melihat langsung kondisi masyarakat yang masih diliputi ketakutan akibat gempa yang terus terjadi. Sebagian warga memilih bertahan di tenda pada malam hari karena belum berani kembali tidur di dalam rumah.

Selain berdialog dan melihat kondisi warga, Kholid juga menyerahkan bantuan untuk meringankan kebutuhan masyarakat terdampak berupa sembako, susu anak, serta buku cerita bagi anak-anak.

“Rekonstruksi fisik memang penting. Tetapi setelah itu, rekonstruksi mental juga harus menjadi prioritas. Trauma healing harus diperkuat,” ujar Kholid dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 5 September 2026.

Menurutnya, bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Kita melihat masyarakat masih belum berani tidur di dalam rumah. Setiap hari masih merasakan gempa. Malam hari mereka tidur di tenda, sekolah pun masih berlangsung di tenda. Artinya, rasa trauma itu masih sangat kuat,” katanya.

Kholid menilai pemulihan mental harus berjalan beriringan dengan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Pendampingan psikologis juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat perlahan dapat kembali merasa aman dan menjalani kehidupan secara normal.

“Jangan sampai kita hanya membangun kembali rumah dan fasilitas umum, tetapi lupa membangun kembali rasa aman masyarakat. Karena itu, trauma healing harus menjadi bagian penting dari rekonstruksi NTT,” tegasnya.

Kholid juga meminta perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yang hingga kini harus mengikuti kegiatan belajar dalam kondisi darurat.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk kembali merasa aman, bermain, belajar, dan tumbuh tanpa terus dibayangi ketakutan akibat gempa,” demikian Kholid.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya