Berita

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Nusantara

Banyak Kasus Keracunan MBG, Zulhas: Bukan Salah Dapur, Distribusinya Lalai

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 15:22 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan disebabkan buruknya kondisi dapur, melainkan kelalaian dalam proses distribusi makanan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, keterlambatan pengiriman hingga penempatan makanan yang tidak sesuai prosedur dapat memicu keracunan.

“Dapur bagus, semua bagus, tapi budaya. Misalnya masak, harusnya dikirim jam 6, mungkin bangunnya kesiangan, dikirimnya jam 11 (siang) itu menimbul keracunan,” kata Zulhas kepada wartawan di Bandar Lampung, Sabtu, 5 September 2026.


Menurutnya, terdapat batas waktu antara makanan selesai dimasak, didistribusikan, hingga dikonsumsi. Karena itu, keterlambatan pengiriman dapat meningkatkan risiko keracunan.

Selain waktu pengiriman, penempatan makanan saat distribusi juga menjadi perhatian. Zulhas menyebut praktik yang tidak sesuai prosedur masih ditemukan.

“Ada juga misalnya distribusi naronya sembarangan. Ini kan menyangkut banyak kebiasaan kita, karena ini kan menyangkut 60 juta orang, ini yang kita lagi tertibkan,” ujarnya.

Zulhas menegaskan kelalaian dalam distribusi tidak boleh ditoleransi. Ia meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak disiplin ditindak tegas.

“Itu kan murni kesalahan manusia, bisa juga kelalai atau sengaja. Saya minta ditindak tegas, nggak boleh ada toleransi,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Zulhas, telah melakukan pengecekan terhadap operasional dapur MBG dan menilai kondisinya sudah baik. Namun, persoalan muncul ketika makanan yang telah selesai dimasak tidak segera dikirim.

“Udah dicek, dapurnya bagus. Tapi tadi udah selesai masak, harus dikirim, nggak dikirim,” katanya.

Ia menegaskan SPPG yang lalai harus diganti, termasuk pihak yang terlibat dalam kelalaian tersebut.

“Saya udah minta tidak boleh ada toleransi, yang lalai, ganti SPPG-nya, siapa aja yang terlibat, ganti,” tegas Zulhas.

Menurutnya, keselamatan siswa tidak boleh dipertaruhkan akibat ketidakdisiplinan dalam distribusi makanan MBG.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya