Berita

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau TPA Ciwastra, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Pertahanan

Jenderal Maruli Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah Modern

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 03:15 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

TNI Angkatan Darat (TNI AD) mendorong pengolahan sampah menjadi energi melalui pemanfaatan teknologi insinerator dan rencana pengolahan sampah lama menjadi solar.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, salah satu langkah yang tengah diuji dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciwastra, Bandung, Jawa Barat, dengan membangun insinerator berkapasitas empat ton sampah per hari.

“Kita coba daftarkan supaya tidak melanggar aturan. Karena ada bahaya furin dan dioksin,” kata Maruli saat meninjau TPA Ciwastra, Jumat, 4 September 2026.


Maruli menekankan aspek keamanan menjadi perhatian dalam penggunaan insinerator, mengingat proses pembakaran sampah dapat menghasilkan zat berbahaya apabila tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

TNI AD kini masih menunggu proses evaluasi dari Kementerian Lingkungan Hidup sebelum insinerator tersebut dikembangkan di lokasi lainnya.

“Setelah lulus aja dulu. Nanti setelah dianggap memenuhi syarat baru kita kembangkan,” kata Maruli.

Selain insinerator, TNI AD bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan teknologi pengolahan sampah lama menjadi solar. Pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan mulai dilakukan pada September 2026.

“Mudah-mudahan kita akan segera mulai di bulan ini,” kata Maruli.

Maruli menargetkan fasilitas pengolahan tersebut mampu menangani hingga 1.000 ton sampah per hari setelah beroperasi. Pembangunan fasilitas diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

“Mudah-mudahan bisa seribu ton per hari dan saya yakin ini bisa dikembangkan di daerah-daerah lain,” kata Maruli.

Menurut Maruli, kapasitas fasilitas nantinya akan disesuaikan dengan volume sampah di masing-masing daerah. Wilayah dengan produksi sampah 300 hingga 500 ton per hari, misalnya, dapat menggunakan fasilitas dengan kapasitas yang disesuaikan.

Ia mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan gagasan desentralisasi pengelolaan sampah sehingga penanganan tidak hanya bertumpu pada satu fasilitas besar.

“Jadi di tiap tempat nanti tergantung kuantitas sampahnya. Nanti kita bentuk insulator yang mampu membakar sekian ton per hari sesuaikan,” ujar Maruli.

Maruli menambahkan, Kementerian Lingkungan Hidup membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk melakukan evaluasi terhadap fasilitas tersebut. Setelah evaluasi selesai, TNI AD akan menentukan lokasi lain yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

“Disesuaikan dengan kebutuhannya. Baru kita kembangkan,” tandas Maruli.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya