Berita

Peluncuran Program SMK Go Global Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Terampil Mendunia tingkat Jawa Barat. (Foto: Istimewa)

Nusantara

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 23:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemerintah terus memacu kesiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) untuk menembus pasar kerja internasional melalui program prioritas 'SMK Go Global'. 

Program yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing talenta dalam negeri ini resmi memulai pelaksanaannya (kick-off) untuk tingkat Jawa Barat pada Rabu 26 Agustus 2026 di Universitas Teknologi Bandung (UTB).

Berlangsung di Migran Center Kampus UTB, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang kompeten, profesional, dan berdaya saing untuk memasuki pasar kerja internasional.


Tercatat, sebanyak 1.280 calon pekerja migran asal Jawa Barat akan digembleng selama satu hingga tiga bulan sebelum dilepas ke negara tujuan. 

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, Kombes Singgih Hermawan menjelaskan bahwa materi pelatihan dirancang khusus agar selaras dengan kebutuhan industri global saat ini.

Menurut Singgih, materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan mencakup sejumlah sektor, antara lain operasi produksi, manufaktur, bahasa Inggris, bahasa Jepang, hingga nursery. 

Program ini ditujukan bagi peserta yang ingin bekerja di luar negeri sekaligus membutuhkan peningkatan kapasitas dan kompetensi.

"SMK Go Global ini bisa semuanya, yang ingin ke luar negeri dan memerlukan peningkatan kapasitas," kata Singgih, dikutip Jumat 4 September 2026.

Singgih menegaskan bahwa kesiapan calon pekerja migran tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga mental dan sikap. 

"Ini penting karena kita akan ke luar negeri, jauh dari keluarga, sehingga memang harus disiapkan mentalnya agar pada saat nanti bekerja di luar negeri tidak kalah saing," kata Singgih.

Sementara itu, Rektor Universitas Teknologi Bandung (ITB) Muchammad Naseer menyambut baik pelaksanaan Program SMK Go Global di UTB. 

Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan seluruh proses pelatihan secara maksimal sehingga memiliki keterampilan yang memadai sekaligus attitude yang baik sebagai bekal memasuki dunia kerja global.

"Skill itu penting, tetapi attitude juga menentukan bagaimana seseorang dapat diterima, dipercaya, dan berkembang di lingkungan kerja," kata Naseer.

Di tingkat nasional, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dalam kick off nasional yang dilaksanakan di BDI Jakarta Timur menyampaikan bahwa Program SMK Go Global merupakan program prioritas nasional dan direktif Presiden untuk menyiapkan talenta Indonesia yang kompeten, profesional, dan berdaya saing internasional.

Pemerintah menargetkan penyiapan 500.000 tenaga kerja terampil untuk bekerja di luar negeri selama periode 2026-2029. Dari jumlah tersebut, 300.000 ditargetkan berasal dari lulusan SMK dan 200.000 lainnya berasal dari jenjang pendidikan umum, termasuk SMA sederajat, diploma, dan sarjana.

Target tersebut dibagi secara bertahap, yaitu 40.000 peserta pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029. Para peserta dipersiapkan melalui peningkatan keterampilan teknis, kemampuan bahasa, sertifikasi, serta kesiapan untuk bekerja di lingkungan internasional.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya