Berita

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming dicegat sejumlah warga saat dalam perjalanan menuju lokasi peninjauan Sabo Dam di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. (Foto: Setwapres)

Politik

Gibran Dicegat Warga Terdampak Bencana

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 15:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mobil yang ditumpangi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming dicegat sejumlah warga saat dalam perjalanan menuju lokasi peninjauan Sabo Dam di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Jumat, 4 September 2026. 

Gibran kemudian turun dari kendaraan untuk menemui dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terdampak bencana.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi dan kebutuhan mereka pascabencana, antara lain mengenai jaminan hidup, pembangunan hunian tetap (huntap), serta percepatan penyelesaian Sabo Dam di Tukka.


Wapres nampak mendengarkan satu per satu aspirasi yang disampaikan masyarakat. Ia menegaskan bahwa berbagai kebutuhan dan kendala yang disampaikan masyarakat penting menjadi perhatian dan segera ditindaklanjuti.

“Setiap kendala dan keluhan yang dialami warga terdampak adalah hal penting yang harus ditindaklanjuti, karena merupakan tanggung jawab pemerintah memastikan kendala masyarakat selama masa pemulihan bisa tertangani,” ujar Gibran.

Terkait jaminan hidup, masyarakat berharap dukungan pemerintah dapat terus diberikan selama mereka masih berada dalam masa pemulihan pascabencana. Aspirasi mengenai huntap juga disampaikan agar masyarakat terdampak segera memperoleh kepastian tempat tinggal yang layak dan aman.

"Mohon maaf ya Bu. Memang terkait huntap, saat ini pembangunan masih dilakukan bertahap, sehingga belum semua menerima. Tapi saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya mempercepat pembangunan sehingga semua warga terdampak bisa dapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman,” sambung Gibran. 

Selain itu, masyarakat meminta agar pembangunan Sabo Dam di Tukka dapat segera diselesaikan. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mengendalikan aliran material dan mengurangi risiko bencana apabila terjadi kembali kondisi serupa.

Wapres menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali bencana tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat. Karena itu, penyelesaiannya perlu terus dikawal agar dapat segera memberikan manfaat.

Usai mendengarkan aspirasi masyarakat, Wapres meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah serta kementerian/lembaga terkait untuk memastikan setiap kebutuhan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Kehadiran Wapres sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk mendengar langsung persoalan masyarakat terdampak dan mengawal penanganan pascabencana, sehingga proses pemulihan dapat berjalan optimal dan masyarakat dapat segera kembali bangkit.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya