Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Purbaya Ancam Copot Pegawai Pajak, yang Nakal Dimutasi ke Daerah

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 15:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan mencopot pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang terbukti melakukan pelanggaran maupun penyelewengan.

Tak hanya dicopot dari jabatannya, pegawai yang dinilai bermasalah juga bakal dipindahkan ke daerah dengan potensi penerimaan pajak yang lebih rendah.

Purbaya mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari reorganisasi dan penguatan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan DJP. 


Ia ingin memastikan pegawai yang ditempatkan di wilayah dengan potensi penerimaan besar merupakan orang-orang yang kompeten dan profesional.

"Untuk beberapa kasus, misalnya saya mencurigai hal tertentu, curiga mereka (pegawai pajak) masih main, saya akan rangking 5 orang terbesar siapa yang dianggap main-main, terus mungkin 3 orang saya rumahkan," ujar Purbaya di Jakarta, dikutip Jumat 4 September 2026.

Menurut Purbaya, pencopotan maupun pemindahan pegawai bermasalah akan menjadi peringatan bagi seluruh jajaran DJP.

Pemerintah, kata dia, serius membenahi kualitas pengumpulan pajak dengan memangkas oknum yang dinilai menghambat kinerja penerimaan.

"Itu memberi pesan ke pegawai pajak bahwa kita serius memperbaiki kualitas pengumpulan pajak. Langkah ini berdampak jelas sekali ke tax collection kita," katanya.

Purbaya menegaskan pegawai yang terindikasi melakukan pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang dapat dipindahkan ke kantor pajak di daerah yang memiliki potensi penerimaan lebih kecil.

Sebaliknya, pegawai yang memiliki kinerja baik akan ditempatkan di pusat maupun kantor pajak yang menjadi sentra penerimaan besar.

Selain mutasi, pengawasan internal juga akan diperketat untuk memastikan pejabat pajak tidak menyimpang dari aturan dan kode etik.

"Saya periksa pejabat mana yang sering mengerjakan hal negatif, saya reorganize. Hampir semua orang pajak eselon 2 sampai eselon 4, saya kocok ulang, saya pindahin yang kurang baik ke daerah, orang yang baik ke pusat atau ke sentra yang pengumpulan pajaknya besar, kantor-kantor pajak besar," tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya