Berita

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: RMOL)

Politik

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 13:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

RMOL. Pemerintah didesak mengevaluasi kebijakan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai NasDem Nurhadi, pemerintah perlu melihat kembali efektivitas penggunaan APBN untuk pembangunan fisik SPPG, terlebih ketika masih terdapat dapur yang sudah dibangun tetapi belum beroperasi secara optimal.

Berdasarkan data yang diterima, pada Tahun Anggaran (TA) 2025 terdapat 315 titik pembangunan SPPG yang dibiayai APBN. Hingga akhir Maret 2026, sebanyak 66 titik mencapai progres 100 persen, sementara 249 titik lainnya masih dalam proses penyelesaian. Di sisi lain, Kementerian PU pada Juni 2026 menyampaikan telah merampungkan 222 gedung SPPG di 30 provinsi.


“Kita perlu mengevaluasi kembali. Jangan sampai APBN terus digunakan untuk membangun gedung, sementara tantangan utama kita justru bagaimana memastikan dapur yang sudah ada aman, berkualitas, dan benar-benar beroperasi,” ujar Nurhadi, Jumat, 4 September 2026.

Ia mendorong agar ke depan pembangunan infrastruktur SPPG dapat lebih banyak menggunakan skema kemitraan atau pembiayaan non-APBN, sementara pemerintah fokus pada fungsi regulasi, standardisasi, pengawasan keamanan pangan, kualitas gizi, dan perlindungan penerima manfaat.

Menurutnya, penggunaan APBN harus memberikan value for money yang jelas. Gedung yang selesai dibangun tidak boleh menjadi ukuran keberhasilan apabila belum memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“APBN sebaiknya tidak terus-menerus dibebani untuk membangun dapur. Pemerintah tetap harus hadir, tetapi kehadirannya diperkuat pada standar, pengawasan dan kualitas layanan,” katanya.

Ia juga meminta BGN menyampaikan data terbaru mengenai seluruh SPPG yang dibangun menggunakan APBN, mulai dari status pembangunan, serah terima aset, kelengkapan peralatan, kesiapan SDM hingga status operasional.

“Jangan sampai uang negara sudah keluar, bangunan sudah berdiri, tetapi dapurnya belum menghasilkan pelayanan. Kita harus memastikan setiap rupiah APBN memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya