Berita

Menteri Keuangan AS Scott Bessent di KTT G20, Asheville, North Carolina (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DWS News)

Global

Uni Eropa Dukung Tekanan Ekonomi AS terhadap Iran

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 12:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menyatakan Uni Eropa resmi bergabung dalam Operasi Pengucilan Ekonomi (Operation Economic Outcast) yang dipimpin Washington untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Bessent melalui akun X pada Jumat, 4 September 2026. Ia menyambut dukungan Uni Eropa yang dinilai menunjukkan sikap kuat dan lebih awal terhadap upaya AS menekan Iran.

“Uni Eropa telah secara resmi bergabung dengan Operasi Pengucilan Ekonomi dan kami menghargai sikap mereka yang kuat dan lebih awal,” tulis Bessent.


Bessent mengatakan AS akan berdiri bersama sekutunya untuk memastikan pemerintah Iran tidak memanfaatkan sistem keuangan global guna membiayai program nuklir, persenjataan, dan jaringan yang disebut Washington mendukung terorisme.

“Dunia mengirimkan pesan yang jelas kepada rezim Iran: Kami tidak akan berhenti sampai setiap jalur keuangan yang tersisa berhasil diputus,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mengacu pada sikap Uni Eropa yang diumumkan pada 31 Agustus 2026, bertepatan dengan Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Asheville, Carolina Utara.

Dalam pernyataannya, Uni Eropa menyatakan akan terus bekerja sama dengan AS, negara-negara G7 lainnya, dan mitra internasional untuk mempertahankan tekanan terhadap Iran. Uni Eropa juga mendukung tambahan tekanan ekonomi terhadap Teheran, termasuk melalui operasi yang dipimpin AS tersebut.

Menurut Uni Eropa, langkah tersebut diperlukan untuk mendorong Iran menghentikan aktivitas yang dianggap mengganggu stabilitas serta kembali terlibat dalam negosiasi perdamaian dengan itikad baik.

Selain sektor keuangan, Uni Eropa menekankan pentingnya kebebasan navigasi dan keamanan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu titik ketegangan antara Iran dan AS dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan dukungan Uni Eropa, tekanan ekonomi terhadap Iran berpotensi semakin luas karena Washington kini mendapat dukungan dari salah satu blok ekonomi utama dunia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya