Berita

Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty, dalam kegiatan Diskusi Media bertajuk "Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun", pada rangkaian kegiatan Media Gathering di Pangandaran, Jawa Barat, Kamis, 3 September 2026. (Foto: KPP DEM)

Politik

Bawaslu Butuh Komitmen Pers Menjaga dan Membangun Ekosistem Demokrasi 2029

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 10:05 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pelibatan berbagai stakeholder termasuk pers, terus diperkuat Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) untuk membangun ekosistem demokrasi yang sehat di 2029.

Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty, dalam kegiatan Diskusi Media bertajuk "Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun", pada rangkaian kegiatan Media Gathering di Pangandaran, Jawa Barat, Kamis, 3 September 2026.

"Kepemimpinan Bawaslu 2022-2027 sampai titik penghujungnya. Hanya dalam hitungan bulan, nggak lagi setahun, masa kepemimpinan saya, Cak Totok, beserta Ketua Bawaslu RI (Rahmat Bagja) dan pimpinan yang lain juga Pak Herwyn Pak Puadi selesai," ungkapnya.


Dia menjelaskan, jelang memasuki masa purnabakti pertemuan dengan insan pers menjadi penting, sebagai sebuah momentum reflektif untuk menerima masukan untuk perbaikan kinerja kelembagaan.

"Kenapa harus sekarang? Karena di masa non-tahapan, saya meyakini kita semua menjadi lebih jernih untuk melihat, karena sudah berjarak, untuk bisa memberikan kritik yang itu kemudian dari akal sehat kita, karena memang tidak dicampuri keriuhan tahapan pemilu," tuturnya.

Lebih dari itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI ini meminta refleksi yang jujur dari perjalanan lima tahun kepemimpinan Bawaslu. 

"Sejatinya tiga pimpinan yang lain akan hadir ke sini, tapi mendadak ada agenda yang tiba-tiba sehingga mereka belum bisa sampai ke sini. Tetapi kami berharap ada refleksi jujur dari sahabat-sahabat sekalian kalau bagus, bagusnya di mana. Karena yang baik sekali lagi layak diapresiasi. Kalau kurang, kurangnya pada konteks apa," ungkapnya.

Selain itu, Lolly juga ingin mendapatkan masukan yang kritis terhadap penguatan demokrasi ke depan dari insan pers.

"Dan yang ketiga, kami membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga dan membangun ekosistem demokrasi Indonesia ke depan," tuturnya.

Lebih lanjut, mantan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat itu mengapresiasi dedikasi insan pers yang sejak tahapan Pemilu Serentak 2024 lalu aktif melakukan aktivitas jurnalistik dalam pengawasan dan penanganan pelanggaran serta sengketa yang menjadi tugas Bawaslu.

"Terima kasih atas seluruh dedikasi yang disampaikan," demikian Lolly menambahkan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya