Berita

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni. (Foto: Kemenhut)

Politik

Pendinginan Karhutla di Kalbar Dimasifkan

Asap Masih Pekat Meski Hotspot Turun
JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 09:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni kembali meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Salah satu lokasi karhutla di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam peninjauan tersebut, Raja Antoni melihat langsung proses pemadaman yang dilakukan Manggala Agni Kementerian Kehutanan. Sebagian Anggota Manggala Agni ini diketahui merupakan pasukan yang di BKO-kan. 

Dia mengatakan berdasarkan data hotspot Sipongi milik kemenhut jumlah hotspot di Kalimantan Barat sebenarnya mengalami penurunan. Pada 31 Agustus tercatat 272 hotspot, kemudian meningkat menjadi 859 pada 1 September, dan kembali turun menjadi 268 pada hari berikutnya.


Namun, penurunan hotspot tidak otomatis berarti persoalan asap telah selesai. Dia menjelaskan api yang sudah padam tidak lagi terbaca sebagai hotspot pada sistem Sipongi, tetapi asap masih dapat bertahan.

“Api padam tidak terbaca sebagai hotspot di Sipongi, namun itu tidak berarti bahwa tidak ada asap. Teman-teman sendiri lihat sendiri, tidak lagi ada hotspot di sini tapi ini asapnya terus eksis,” kata Menhut, Jumat, 4 September 2026. 

Menurutnya,  kondisi tersebut juga terlihat dari kondisi udara di Pontianak yang masih berasap. Karena itu, selain memastikan jumlah hotspot turun, penanganan di lapangan juga harus diikuti dengan pendinginan secara masif.

“Oleh karena itu hari ini teman-teman Manggala Agni, Kemenhut, TNI-Polri, BPBD semua ya, sedang berjibaku untuk memastikan supaya tadi hotspot-nya bisa turun. Namun saat bersamaan harus ada gerakan yang masif untuk melakukan pendinginan. Ini sekarang nih lagi dilakukan pendinginan,” ujarnya.

Menhut mengatakan perkembangan jumlah hotspot dan jarak pandang akan kembali dipantau. Dia menegaskan kondisi Kalimantan Barat masih membutuhkan perhatian serius meski angka hotspot mengalami penurunan.

“Malam nanti akan kita pantau kembali ya jumlah hotspot maupun visibility-nya ya. Namun saya ingin mengatakan bahwa kondisi Kalbar sedang tidak baik-baik saja. Angka, sekali lagi angkanya menurun, angka hotspot-nya menurun ketimbang hari lalu, tapi asapnya hari ini sangat, sangat, sangat tidak baik,” tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya