Berita

Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi. (Foto: Bea Cukai)

Nusantara

Bea Cukai Dorong Optimalisasi Pusat Logistik Berikat untuk Tekan Dwelling Time

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 16:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta mendorong pelaku usaha mengoptimalkan pemanfaatan Pusat Logistik Berikat (PLB) guna mempercepat arus barang dari pelabuhan. Langkah ini dinilai efektif memangkas dwelling time sekaligus menekan biaya logistik.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi menegaskan, PLB berperan sebagai penyangga (buffer) agar peti kemas tidak menumpuk terlalu lama di kawasan pelabuhan.

"Keberadaan PLB ini untuk mereduksi dwelling time dan mereduksi logistic cost. Yang bisa kita urai adalah occupancy rate di pelabuhan karena barang bisa keluar lebih cepat," ujar Hendri saat meninjau PT Sarana Gemilang di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta, Rabu, 2 September 2026.


Meski demikian, Hendri memberi catatan bahwa keberadaan PLB tidak serta-merta mengurai kemacetan lalu lintas di luar pelabuhan.

"Kemacetan di lalu lintas itu di luar domain Bea Cukai," tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Bea Cukai Jakarta memastikan fasilitas kepabeanan yang diberikan sejak 2017 kepada PT Sarana Gemilang berjalan efektif mendukung pertumbuhan industri.

Di sisi lain, para pelaku usaha memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyampaikan sejumlah hambatan operasional, khususnya lambatnya proses pengajuan kuota impor besi, baja, dan suku cadang.

Pengusaha mengeluhkan alotnya pengurusan dokumen larangan dan pembatasan (lartas), mulai dari Persetujuan Teknis di Kementerian Perindustrian hingga Surat Persetujuan Impor (SPI) di Kementerian Perdagangan. Selain memakan waktu, alokasi kuota yang disetujui kerap lebih kecil dari yang diajukan.

Menanggapi keluhan tersebut, Bea Cukai Jakarta berkomitmen terus membuka ruang asistensi bagi perusahaan penerima fasilitas PLB.

Fasilitas PLB sendiri memberikan insentif berupa penundaan pembayaran bea masuk dan pajak impor hingga barang dikeluarkan. Skema ini terbukti membantu menjaga arus kas (cash flow) perusahaan sekaligus menekan beban biaya penumpukan barang di pelabuhan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya