Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.(Foto: Setpres)

Global

Pertemuan Prabowo-Putin Bukan Kunjungan Diplomatik Biasa

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 13:49 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia kembali menjadi perhatian di tengah perubahan konstelasi geopolitik global. Prabowo dijadwalkan berada di Rusia selama 4 hari, yakni dari tanggal 1 hingga 4 September 2026.

Hubungan Jakarta dan Moskow dinilai semakin strategis, terutama ketika persaingan kekuatan besar dunia antara blok Barat, Rusia, dan China terus memengaruhi arah politik, ekonomi, energi, hingga keamanan kawasan.

Selain menghadiri Eastern Economic Forum atau EEF di Vladivostok, Prabowo akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.


Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan, pertemuan Prabowo dan Putin bukan sekadar kunjungan diplomatik biasa. 

Dari perspektif intelijen dan geopolitik, intensitas komunikasi antara Indonesia dan Rusia dapat dibaca sebagai bagian dari upaya Indonesia memperluas ruang manuver di tengah pertarungan kepentingan global yang semakin kompleks.

“Dalam geopolitik, yang terlihat di depan kamera biasanya hanya sebagian kecil. Pertemuan bilateral, forum ekonomi, dan kunjungan kenegaraan selalu memiliki lapisan kepentingan strategis di belakangnya,” kata Amir, dikutip Kamis 3 Agustus 2026.

Menurut Amir, Rusia memiliki kepentingan besar untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

Di tengah tekanan politik dan ekonomi dari negara-negara Barat akibat konflik geopolitik yang melibatkan Rusia, Moskow membutuhkan penguatan jaringan kerja sama dengan negara-negara yang memiliki posisi strategis dan tidak sepenuhnya berada dalam orbit salah satu kekuatan besar.

Indonesia, dengan jumlah penduduk besar, posisi geografis yang strategis, sumber daya alam melimpah, serta perannya di ASEAN dan berbagai forum internasional, dinilai memiliki nilai penting dalam kalkulasi geopolitik Rusia.

“Siapa yang memiliki hubungan kuat dengan Indonesia tentu memiliki keuntungan dalam membangun pengaruh di kawasan Asia-Pasifik,” kata Amir.

Ia menilai Rusia membutuhkan mitra yang dapat membuka akses ekonomi sekaligus memperkuat posisi politiknya di kawasan Indo-Pasifik.

Namun, di sisi lain, Indonesia juga memiliki kepentingan sendiri.

Bagi Jakarta, hubungan dengan Rusia dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas pilihan kerja sama internasional, khususnya di sektor energi, teknologi, pertahanan, investasi, dan industri strategis.

Amir menilai kunjungan Prabowo ke Rusia harus dibaca dalam konteks politik luar negeri bebas aktif.

Indonesia, menurut dia, memiliki kepentingan untuk menjaga hubungan dengan seluruh kekuatan besar dunia tanpa harus masuk secara permanen ke dalam satu blok tertentu.

Dalam situasi global yang semakin terpolarisasi, tantangan terbesar Indonesia justru terletak pada kemampuan menjaga keseimbangan.

“Bebas aktif bukan berarti Indonesia tidak memilih kepentingan. Bebas aktif justru menuntut kemampuan untuk menentukan kepentingan nasional tanpa didikte oleh kekuatan luar,” pungkas Amir.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya