Berita

Kabut asap di Manila, Filipina (Foto: X)

Dunia

Kualitas Udara Filipina Memburuk Akibat Asap Karhutla Kalimantan

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 08:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kualitas udara di sejumlah wilayah Filipina memburuk setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terbawa angin muson barat daya hingga ke negara tersebut. 

Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina (DENR) melalui Environmental Management Bureau (DENR-EMB) mencatat sejumlah kota di Metro Manila berada dalam kategori sangat tidak sehat hingga akut.

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Luzon dan Visayas.


Data DENR-EMB hingga pukul 16.00 menunjukkan indeks kualitas udara mencapai 265 di Parañaque, 245 di Las Piñas, 237 di kawasan Ateneo, Quezon City, 227 di Malabon, 226 di Taguig, 225 di Manila, 221 di Valenzuela, 217 di Marikina, 216 di Muntinlupa, 214 di San Juan, dan 208 di Mandaluyong. 

Pada skala EMB, indeks 201 hingga 300 masuk kategori akut, satu tingkat di bawah kategori emergency yang berada pada kisaran 301 hingga 500.

Sementara itu, kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat tercatat di Makati dengan indeks 188, Navotas 180, kawasan Commonwealth di Quezon City 171, dan Pateros 167. 

Central Luzon, CALABARZON, serta MIMAROPA juga termasuk wilayah yang terdampak kabut asap lintas batas.

Departemen Kesehatan Filipina (DOH) mengimbau masyarakat sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan dan menggunakan masker N95 ketika beraktivitas di luar. 

Jika masker N95 tidak tersedia, masyarakat disarankan menggunakan saputangan atau kain basah untuk menutup hidung dan mulut, maupun mengenakan dua masker bedah atau masker biasa secara berlapis.

DOH memperingatkan kabut asap berpotensi memperburuk penyakit pernapasan seperti asma dan memicu sejumlah gangguan kesehatan, antara lain nyeri dada, batuk, kesulitan bernapas, hidung gatal, serta mata berair. 

“Kewaspadaan ekstra sangat penting bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung," kata DOH, dikutip Kamis, 3 September 2026.

Kabut asap diperkirakan masih bertahan selama beberapa hari ke depan. 

Perbaikan kualitas udara akan bergantung pada sejumlah faktor eksternal, termasuk perubahan pola angin, curah hujan, serta perkembangan kebakaran hutan di Indonesia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya