Berita

Penandatanganan kerja sama Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin), di Auditorium Utama Kemendag, Jakarta, Rabu, 2 September 2026. (Foto: Humas Kemendag)

Bisnis

Kadin dan Kemendag Sinergi Perkuat Daya Saing Ekspor Indonesia

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 00:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perjanjian kerja sama menandai langkah implementasi kolaborasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin), untuk mencetak lebih banyak eksportir baru, memperluas akses pasar global, dan mendorong peningkatan transaksi ekspor nasional.

Kemitraan strategis dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha Indonesia di pasar global melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), di Auditorium Utama Kemendag, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, PKS dengan Kadin merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatanganinya dengan Ketua Umum Kadin pada 1 Desember 2025. 


Melalui perjanjian ini, Mendag meyakini kolaborasi kedua pihak memasuki tahap implementasi dengan fokus pada pengembangan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, dan peningkatan daya saing ekspor.

"Pemerintah terus mendorong perluasan pasar ekspor dan membawa semakin banyak produk Indonesia ke pasar global. Untuk itu, kita juga harus memastikan pelaku usaha memiliki kapasitas dan daya saing untuk memanfaatkan peluang tersebut," ujar Budi.

Menurutnya, kerja sama ini mempertemukan kapasitas pemerintah dan jaringan dunia usaha untuk membangun pengembangan eksportir yang lebih terintegrasi. Fokusnya tidak hanya meningkatkan pengetahuan mengenai ekspor, tetapi menghubungkan kesiapan pelaku usaha dengan kebutuhan pasar, akses terhadap buyer, hingga peluang transaksi.

Perluasan pasar ekspor perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas pelaku usaha agar peluang yang terbuka di berbagai negara dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Sinergi pemerintah dan KADIN menjadi penting untuk menghubungkan pengembangan pelaku usaha dengan kebutuhan dan peluang pasar,” ungkap Budi.

Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin, Juan Permata Adoe menegaskan, pengembangan eksportir perlu semakin diarahkan pada hasil nyata.

“Pelatihan bukan tujuan akhir. Pelatihan harus menghasilkan kesiapan, kesiapan harus membuka akses pasar, dan akses pasar harus kita dorong menjadi transaksi," ungkapnya.

Juan mengungkapkan, pendekatan tersebut menempatkan keberhasilan program bukan semata pada jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi pada dampaknya: bertambahnya eksportir baru, terbukanya pasar, terjadinya transaksi, serta meningkatnya kapasitas pelaku usaha untuk bertahan dan berkembang secara global.

"Keberhasilannya harus terlihat dari semakin banyak pelaku usaha Indonesia yang menjadi eksportir, meningkatkan nilai transaksinya, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan di pasar global,” tuturnya.

Kepala BPSDMP Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan pengembangan kompetensi juga harus terus mengikuti perubahan kebutuhan pasar global.

“Pelaku usaha tidak hanya perlu memahami proses ekspor, tetapi juga standar, regulasi, karakteristik pasar, dan kebutuhan buyer. Melalui kolaborasi ini, penguatan kompetensi dapat semakin terhubung dengan kebutuhan nyata dunia usaha,” ujar Djatmiko.

Kadin juga akan memperkuat kontribusinya melalui KADIN Export Academy sebagai bagian dari ekosistem pengembangan eksportir yang menghubungkan market intelligence, pelatihan dan mentoring, market exposure, serta pengembangan akses pasar.

Wakil Ketua Umum Daya Saing Ekspor Kadin, Puti Reno Ali mengatakan, keterhubungan antara kebutuhan pasar dan kesiapan pelaku usaha menjadi kunci dalam membangun daya saing ekspor.

“Peluang pasar saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelaku usaha Indonesia memiliki kapabilitas untuk menangkap peluang tersebut dan mengubahnya menjadi transaksi," ucapnya.

"Artinya, kita perlu memahami apa yang dibutuhkan pasar, lalu memastikan pelaku usaha kita mampu memenuhinya secara konsisten dan kompetitif,” demikian Puti menambahkan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya