Berita

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai peninjauan karhutla di Jambi. (Foto: Kemenhut)

Politik

Hotspot Karhutla Kalbar dan Kalteng Kembali Naik Setelah Sempat Turun

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 17:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tren hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kembali meningkat setelah sebelumnya menurun. Kondisi tersebut membuat kedua provinsi menjadi prioritas utama penanganan karhutla secara nasional.

“Setelah kemarin semua 6 provinsi yang prioritas trennya turun, namun hari ini Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang meningkat. Artinya, prioritas utama sekarang ini secara nasional tetap Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,” kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni usai peninjauan karhutla di Jambi, Rabu, 2 September 2026.

Menhut mengatakan dirinya dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, akan turun ke Pontianak untuk kembali memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Barat. Pertemuan tersebut akan melibatkan Gubernur, Kapolda, dan Pangdam.


“Oleh karena itu besok, kami ke Pontianak untuk bertemu kembali dengan seluruh stakeholder yang ada, dengan Pak Gubernur, Kapolda, Pangdam ya, merapatkan barisan kembali, melakukan evaluasi sekaligus membuat rencana apa yang bisa kita lakukan untuk mitigasi,” ujarnya. 

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendorong penurunan kembali angka hotspot maupun fire spot yang telah diverifikasi. 

“Dan memastikan kembali, mendorong kembali agar angka baik itu apa namanya hotspot maupun fire spot yang sudah diverifikasi dapat turun. Jadi dua itu ya yang masih jadi masalah,” katanya.

Dia juga mengingatkan penanganan karhutla masih membutuhkan kewaspadaan bersama. Puncak El Nino berada di September ini, sehingga perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak dalam pencegahan dan penanganan karhutla. 

Berdasarkan data Sipongi milik Kementerian Kehutanan, data per cut off 1 September hotspot di Kalimantan Barat dari sebelumnya 273 menjadi 859, Kalimantan Tengah dari 253 menjadi 623, Sumatera Selatan dari 20 menjadi 89, Kalimantan Selatan dari 22 menjadi 73, Riau tetap pada posisi 0, sementara Jambi dari 0 menjadi 4 titik hotspot.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya