Berita

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. (Foto: RMOL)

Politik

Komisi X DPR Desak BPS Percepat Pemutakhiran Data Desil

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 15:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi X DPR mendesak Badan Pusat Statistik (BPS) segera memutakhirkan data desil yang menjadi salah satu penentu penerimaan berbagai bantuan pemerintah. 

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menilai, proses perbaikan data harus dilakukan secepat mungkin agar masyarakat tidak kehilangan hak akibat data desil yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Lalu Hadrian mengatakan, persoalan desil menjadi salah satu pembahasan penting dalam rapat Komisi X DPR bersama BPS. 


Ia menilai, BPS perlu memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai sumber data yang digunakan dalam menentukan desil.

"BPS juga harus menjelaskan kepada masyarakat sumber data yang digunakan di dalam menentukan desil," kata Lalu Hadrian usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR dengan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 2 September 2026.

Lalu Hadrian juga menyoroti mekanisme sanggah bagi masyarakat yang merasa klasifikasi desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya. Menurutnya BPS perlu memberikan waktu sesingkat mungkin untuk proses perbaikan tersebut.

"Kami di Komisi X menekankan bahwa BPS memberikan waktu yang sesingkat-singkatnya," kata Lalu Hadrian.

Lalu Hadrian menilai, ketidaksesuaian data desil dapat berdampak langsung terhadap akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan pemerintah. Oleh karena itu, proses pemutakhiran dan perbaikan data tidak boleh berlarut-larut.

"Ini butuh proses waktu yang cepat, tidak perlu berlama-lama, dan BPS sudah setuju," kata Lalu Hadrian.

Selain bantuan sosial, Lalu Hadrian menyebut persoalan desil juga berkaitan dengan akses pendidikan, termasuk penerima beasiswa Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi (PIP Dikti) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Menurutnya, BPS telah menyatakan komitmennya untuk segera melakukan pemutakhiran data sehingga mahasiswa yang membutuhkan bantuan pendidikan tidak dirugikan akibat persoalan data.

"Termasuk bagi masyarakat kita yang hari ini membutuhkan beasiswa Program Indonesia Pintar Dikti atau yang kita kenal dengan KIP Kuliah. Tadi juga sudah disinggung dan BPS memiliki komitmen untuk segera melakukan pemutakhiran data," kata Legislator PKB ini.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya