Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Bursa Asia Tertekan, Nikkei dan Kospi Kompak Anjlok

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 08:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah mengikuti tekanan yang terjadi di Wall Street. Sentimen pasar tertekan oleh kekhawatiran terhadap harga minyak yang tinggi, kenaikan imbal hasil obligasi, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pada pembukaan perdagangan Rabu, 2 September 2026, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,60 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix melemah 1,44 persen.

Tekanan lebih besar terlihat di Korea Selatan. Indeks Kospi jatuh 2,87 persen saat pembukaan, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot 2,51 persen.


Di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 juga dibuka turun 1,09 persen, menunjukkan tekanan yang meluas di pasar saham kawasan Asia-Pasifik.

Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.176. Angka tersebut berada di bawah penutupan perdagangan sebelumnya di level 25.329,73, mengindikasikan potensi pembukaan yang lebih rendah.

Pelemahan bursa Asia terjadi setelah Wall Street ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Investor kini mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama dampaknya terhadap harga minyak dan inflasi.

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat meningkatkan tekanan inflasi dan membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga. Kondisi tersebut berpotensi menekan pasar saham, terutama jika imbal hasil obligasi terus meningkat.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya