Berita

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Prof. Didik J. Rachbini

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 01:48 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, memberikan catatan kritis pasca Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, terkait arah gerak organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. 

Ia menegaskan bahwa sudah saatnya elite NU menghentikan praktik memosisikan massa sebagai sekadar objek politik untuk meraih kekuasaan.

Menurut Prof. Didik, NU memiliki daya tawar yang secara inheren sudah sangat kuat karena jumlah anggotanya yang masif, sehingga tidak perlu terjebak dalam politik praktis jangka pendek.


"Dengan demikian, maka para elitnya dan pemerintah sepatutnya dan bahkan harus menjadikan NU sebagai agent of change," ujar Prof. Didik kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL di Jakarta, Senin, 1 September 2026. 

"Tidak bisa lagi massa NU diposisikan sebagai obyek politik praktis untuk mengais suara dan mendukung elit-elitnya yang berkiprah, bergantung dan bergelantungan di kekuasaan. Menjadikan NU sebagai obyek politik dan kekuasaan patut dihentikan," sambungnya.

Ia juga menekankan pentingnya soliditas antara elite NU dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk kepentingan umat, bukan kepentingan segelintir kelompok. 

"Sebaiknya elite NU dan PKB bersatu dengan solid untuk kepentingan masyarakatnya dengan menghindari politik praktis jangka pendek kepentingan orang per orang dan segelintir kelompok kecil di dalamnya," imbuhnya.

Bagi pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini, agenda utama NU ke depan seharusnya adalah konsolidasi pembangunan. 

"Agenda NU yang utama seharusnya bukan di wilayah politik praktis kekuasaan, tetapi konsolidasi pembangunan, menjadikan kekuatan sosial dan politik yang dimiliki untuk mempercepat transformasi pesantren dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nahdliyin," demikian Prof. Didik menambahkan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya