Berita

Djamaludin Koedoeboen. (Foto: Istimewa)

Opini Pakar

Kepemimpinan NU Kembali ke Zuriahnya

OLEH: DJAMALUDIN KOEDOEBOEN*
SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 20:25 WIB

DALAM perhelatan pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031, membawa angin segar bagi kita semua.

Betapa tidak, dalam Muktamar PBNU ke 35 di Jombang, Jawa Timur kemarin begitu banyak bermunculan nama nama para kiai besar yang juga  ingin berkhidmat dalam kepemimpinan 5 tahunan ini.

Namun Alhamdulillah, para muktamirin melalui Rais Aam menjatuhkan pilihanya kepada KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang juga adalah Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur.


Kami yang dipercayakan menjadi salah satu tim dalam barisan pemenangan Gus Kikin, sebagai korwil Maluku dan Maluku Utara merasa terharu sekaligus bahagia, karena akhirnya apa yang kita perjuangkan dan harapkan bersama telah mendapat dukungan dari para muktamirin, dan kesemuanya itu tentu atas Ridho Allah SWT.

Bagi kami, kemenangan ini bukan hanya menjadi kemenangan bagi timnya Gus Kikin. Akan tetapi lebih dari itu, ini adalah kemenangan seluruh warga Nahdliyin di seluruh dunia.

Ada fenomena yang berbeda kita lihat dalam Muktamar ke 35 NU kali ini, karena antusiasme para muktamirin yang penuh semangat, tidak mengenal lelah serta penuh kebersamaan.

Muktamar ke 35 NU ini dibuka dan ditutup secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Mas Gibran Rakabuming Raka, serta dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih dan pejabat tinggi negara serta para kiai dan alim ulama dari seluruh penjuru tanah air.

Muktamar ke 35 NU ini juga diikuti lebih dari 3.000 peserta dan peninjau dari 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), 523 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta 33 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) luar negeri.

Bahwa kami berharap di bawah kepemimpinan KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) NU semakin solid, kokoh dan guyub serta kepemimpinan yang teduh dan independen sekaligus menjadi perekat bangsa untuk Indonesia yang lebih sejahtera adil dan makmur.

*Penulis adalah advokat

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya