Berita

(Foto: Dok. BRI)

Bisnis

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 15:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan dan mendorong kemajuan UMKM di berbagai wilayah Indonesia. 

Melalui program pendampingan Klasterku Hidupku, BRI Unit Dofior di Kota Sorong, Papua Barat Daya, mendampingi Nursia, pelaku usaha pengolahan ikan kering dalam meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasarnya.

Perjalanan Nursia membangun usaha pengolahan ikan kering dimulai pada 2017. Berbekal keinginan untuk hidup lebih sejahtera, ia mengumpulkan modal sedikit demi sedikit hingga akhirnya memberanikan diri merintis usahanya sendiri.
 

 
Meski demikian, perjalanan usaha Nursia bukan tanpa tantangan. Ketergantungan pada ketersediaan hasil laut membuat kegiatan produksinya sangat dipengaruhi oleh kondisi laut dan hasil tangkapan nelayan. 

Di sisi lain, pendapatan usahanya turut bergantung pada pergerakan harga ikan dan tingkat permintaan pasar. 

“Setiap bulan ada naik turunnya. Namun, kami selalu berusaha untuk tetap bertahan,” jelas Nursia dikutip Selasa 1 September 2026.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan modal menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelangsungan usaha. 

“Pada awal merintis saya membutuhkan dana sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta untuk membeli ikan sebagai bahan baku. Namun, modal yang terbatas itu mulai menemukan jalan keluar pada akhir tahun yang sama, ketika saya memperoleh pembiayaan dari BRI,” ujarnya. 

Nursia juga menyebut bahwa hubungannya dengan BRI tidak berhenti pada akses pembiayaan. Melalui pendampingan Mantri BRI, ia bersama para pelaku usaha ikan lainnya di kawasan Jembatan Puri kemudian didorong untuk membentuk Klaster BRI Penjual Ikan Jembatan Puri Sorong melalui program Klasterku Hidupku.

Pembentukan klaster membuat para pelaku usaha tidak lagi menghadapi berbagai tantangan secara sendiri-sendiri. Klaster menjadi ruang bagi para anggota untuk bertukar informasi, mendiskusikan kendala usaha, dan mencari solusi bersama. Mereka juga memperoleh pelatihan mengenai penguatan merek, pengemasan produk, dan pemasaran, serta kesempatan mengikuti pameran UMKM BRI untuk memperluas pengenalan produk.

“Keikutsertaan dalam klaster menjadi babak baru bagi perkembangan usaha saya. Selain memperoleh akses pembiayaan, saya juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan menjaga keberlanjutan usaha,” kata Nursia.

Salah satu hal yang paling diapresiasi Nursia dari kemitraannya dengan BRI adalah pendampingan para Mantri BRI. 

“Sejak awal bergabung, Mantri BRI sangat ramah dan hal yang paling membekas bagi saya adalah kesabaran para petugas dalam membantu mengatasi kendala administratif dan melengkapi persyaratan yang belum dipahami,” ucapnya. 

Pendampingan yang konsisten tersebut membuat Nursia merasa dihargai, bukan hanya sebagai nasabah, tetapi juga sebagai mitra usaha yang tumbuh bersama BRI. “Kami juga diajarkan cara berdagang secara online dan memasarkan produk melalui media sosial,” kata Nursia.

“Pencapaian yang paling kami syukuri adalah dapat membayar kewajiban kepada bank tepat waktu setiap bulan tanpa catatan kredit bermasalah. Kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi dan modal usaha juga tetap terjaga,” ujar Nursia.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa BRI terus memperkuat ekosistem pemberdayaan untuk membantu UMKM memperoleh dukungan finansial, meningkatkan kemampuan usaha, dan memperluas akses pasar. Pendekatan tersebut dijalankan melalui berbagai inisiatif, termasuk Klasterku Hidupku.

“Melalui pendekatan tersebut, BRI berkomitmen mendampingi UMKM Indonesia agar semakin tangguh, adaptif, dan mampu naik kelas secara berkelanjutan,” ujar Akhmad.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya