Berita

Pedagang di pasar tradisional. (RMOL/Alifia)

Bisnis

Inflasi Agustus 2026 Tembus 3,19 Persen, Ini Biang Keroknya

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 14:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Agustus 2026 mencapai 3,19 persen secara tahunan (yoy). 

Inflasi ini tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 108,51 pada Agustus 2025 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, inflasi tahunan pada Agustus 2026 lebih tinggi dibandingkan inflasi Juli 2026 sebesar 2,88 persen, dan pada Agustus 2025 sebesar 2,31 persen. 


Berdasarkan data BPS, IHK pada Agustus mengalami inflasi secara bulanan terhadap Juli 2026, yakni 0,21 persen. Sementara itu, inflasi dalam perhitungan tahun kalender (ytd) tercatat sebesar 1,86 persen.

"Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini didorong oleh 3 kelompok," kata Ateng dalam konferensi pers, Selasa 1 September 2026.

Ia merinci penyumbang utama inflasi tahunan berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 3,86 persen dengan andil inflasi sebesar 1,13 persen.

"Terutama daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin, cabai rawit, daging sapi, dan sigaret kretek tangan, sigaret putih mesin, dan cabai merah,” kata Ateng.

Kemudian kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 9,25 persen dan memberikan andil sebesar 0,63 persen.

"Inflasi pada kelompok ini terutama terjadi pada komoditas emas dan perhiasan,” kata Ateng.

Selanjutnya, kelompok pengeluaran transportasi juga mendorong inflasi. Pada Agustus, kelompok transportasi mengalami inflasi 4,79 persen dengan andil inflasi 0,58 persen. Inflasi kelompok ini terutama didorong bensin, tarif angkutan udara, pelumas, sepeda motor, dan mobil.

Dari sisi wilayah, seluruh 38 provinsi tercatat mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Maluku Utara sebesar 5,28 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kalimantan Utara sebesar 2,17 persen.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya