Berita

Rumah Oksigen Muhammadiyah. (Foto: Istimewa)

Politik

Rumah Oksigen Muhammadiyah Bantu Warga Terdampak Karhutla

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 10:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kualitas udara semakin memburuk akibat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat, terutama penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan.

Merespons kondisi tersebut, One Muhammadiyah One Response (OMOR) melalui Pos Komando dan Koordinasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Lazismu dan unsur Persyarikatan lainnya terus melakukan siaga dan respons darurat.

Relawan Muhammadiyah hingga kini masih memberikan berbagai layanan bagi masyarakat terdampak. Ketua Lazismu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani, mengatakan Pos Komando dan Koordinasi terus melakukan pendataan sekaligus memastikan layanan kemanusiaan berjalan melalui program Indonesia Siaga.


Menurut Fitriani, selain membantu pemadaman dan pendinginan, Pos Koordinasi menyediakan sejumlah layanan, seperti Rumah Oksigen, mobil oksigen, layanan kesehatan lapangan, pembagian masker, layanan nutrisi, serta edukasi kepada masyarakat.

“Rumah Oksigen di Kalimantan Tengah beroperasi mulai pukul 08.00–16.00 WIB. Lokasinya berada di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono KM 1,5, Palangka Raya,” ujar Fitriani, Selasa, 1 September 2026.

Relawan Muhammadiyah yang terlibat berasal dari unsur pimpinan, ‘Aisyiyah, dan organisasi otonom (ortom). Fitriani merinci, sebanyak 10 relawan bertugas di bidang pemadaman, 60 relawan medis, 30 relawan logistik, dan 15 relawan Pos Komando dan Koordinasi (Poskor).

Berdasarkan laporan layanan Rumah Singgah Oksigen Muhammadiyah, hingga 30 Agustus 2026 telah melayani tujuh warga yang mengalami gangguan pernapasan. Sementara itu, hingga 31 Agustus 2026, jumlah penerima manfaat Rumah Oksigen Muhammadiyah telah mencapai 53 orang.

Lazismu Kalimantan Tengah melalui program Indonesia Siaga terus mendukung respons bencana akibat kebakaran hutan dan lahan. Penggalangan dana kemanusiaan juga terus dilakukan untuk memperluas manfaat layanan bagi masyarakat terdampak.

Adapun sejumlah kebutuhan mendesak yang masih diperlukan di antaranya tabung oksigen, masker N95, obat-obatan dan vitamin, alat pelindung diri (APD) bagi relawan di lapangan, nutrisi bagi relawan, serta peralatan pemadam kebakaran.

Selaras dengan program Indonesia Siaga, Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Tengah, Heru Setiawan, mengatakan keberadaan Pos Komando dan Koordinasi merupakan bagian dari gerakan respons bencana Muhammadiyah terhadap karhutla yang dilaksanakan melalui koordinasi lintas unsur Persyarikatan.

“Kami berupaya menghadirkan layanan yang dapat langsung dirasakan masyarakat maupun para relawan yang berada di lapangan,” ujarnya.

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan telah menghanguskan 74.640,61 hektare lahan. Kabut asap yang ditimbulkan bahkan berpotensi meluas hingga wilayah negara tetangga.

Meningkatnya jumlah titik api di Pulau Kalimantan membuat paparan asap terhadap masyarakat semakin mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan melaporkan per 27 Agustus 2026, kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan berada pada kategori tidak sehat dan berdampak terhadap lebih dari lima juta warga. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Barat, bahkan berada dalam kondisi berbahaya.



Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Thoriqoh itu Fokus ke Allah, Bukan ke Jokowi dan PSI

Selasa, 01 September 2026 | 05:52

Enam Program Prioritas Sektor Kelautan-Perikanan Jamin Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 01 September 2026 | 05:26

IAW Soroti Tersendatnya INA-24: Sampai Kapan Berlindung di Balik Warisan?

Selasa, 01 September 2026 | 04:53

Prabowo Terima KTA NU

Selasa, 01 September 2026 | 04:29

Onduline Siapkan Produk dan SDM Terbaik Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

Selasa, 01 September 2026 | 03:59

Tragedi Kelas Menengah, Terjepit dan Terlupakan

Selasa, 01 September 2026 | 03:47

Sempat 13 Hari Hilang Kontak di Laut, Awak KM El Malika Bersiap Kembali ke Rumah

Selasa, 01 September 2026 | 03:25

TNI Perkuat Penanganan Karhutla Melalui Penyuluhan

Selasa, 01 September 2026 | 02:55

Usung Konsep "Moving for Longevity", Fervid Pilates Studio Perluas Edukasi Komunitas

Selasa, 01 September 2026 | 02:42

Merawat Konsep Ekonomi-Politik Hatta

Selasa, 01 September 2026 | 02:20

Selengkapnya