Berita

Rupiah. (Shutterstock)

Bisnis

Awal September, Rupiah Melemah ke Rp17.724 per Dolar AS

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 09:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah melemah pada perdagangan awal bulan, Selasa 1 September 2026.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak ke Rp17.724 per Dolar AS, melemah tipis 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan indeks Dolar AS dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.


"Negosiasi untuk mengakhiri konflik ini sedang menemui jalan buntu, sementara para mediator berupaya membuka kembali Selat Hormuz,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Menurutnya, ketegangan di Timur Tengah membuat harga minyak mentah kembali memanas, sehingga kondisi fiskal negara juga akan terdampak.

"Dari dalam negeri ketidakpastian geopolitik global dan lonjakan harga energi berpotensi semakin membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)," katanya.

Kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi dan melakukan reformasi terhadap skema subsidi dan kompensasi energi.

Hingga akhir Juni 2026, realisasi subsidi dan kompensasi energi tercatat sekitar Rp233 triliun. Nilai tersebut diperkirakan terus meningkat  hingga Rp526 triliun pada akhir tahun. Dengan demikian, terdapat potensi kenaikan hampir Rp200 triliun dibandingkan alokasi awal dalam APBN yang berada di kisaran Rp338 triliun. 

Menurutnya, besarnya risiko tersebut tidak terlepas dari harga energi global, nilai tukar Rupiah, serta tingkat konsumsi energi domestik.

Ia memprediksi Rupiah di awal bulan ini akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah.

“Untuk perdagangan hari ini, mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp17.720 - Rp17.780,” tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya