Berita

Menteri Keuangan AS Scott Bessent di KTT G20 di Asheville North Carolina pada Senin, 31 Agustus 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CNBC International)

Bisnis

Di G20, Bessent Andalkan Pertumbuhan Ekonomi untuk Jinakkan Utang AS

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 09:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beban utang Amerika Serikat terus membengkak hingga sekitar 40 triliun Dolar AS. Di tengah kondisi tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut pertumbuhan ekonomi sebagai jalan utama untuk mengurangi tekanan utang pemerintah.

“Dunia sedang dibanjiri utang, dan satu-satunya cara bagi kita untuk keluar dari situasi ini adalah dengan tumbuh dan keluar dari situasi ini,” kata Bessent saat membuka pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Asheville, North Carolina, Senin 31 Agustus 2026, dikutip dari CNBC International, Selasa 1 September 2026.

Selain utang yang mencapai sekitar 40 triliun Dolar AS, pemerintah AS diperkirakan mencatat defisit sekitar 2 triliun Dolar AS pada tahun fiskal 2026.


Bessent mengatakan kondisi ekonomi AS kini telah lebih stabil dan memasuki tahap pemulihan. Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti seorang dokter yang menangani pasien dalam keadaan kritis.

“Saya merasa seperti dokter di ruang gawat darurat, dan ekonomi adalah pasiennya. Kami telah menstabilkan pasien, dan sekarang kami berada dalam tahap penyembuhan,” ujarnya.

Di tengah kekhawatiran atas besarnya utang pemerintah, Bessent juga menilai pasar obligasi AS masih cukup kuat. Ia menyebut imbal hasil Treasury 10 tahun relatif datar sejak Presiden Donald Trump menjabat dan mengklaim pasar obligasi AS masih berkinerja lebih baik dibandingkan pasar global lainnya.

“Jika ada masalah di pasar obligasi AS, maka orang-orang akan menjual obligasi AS dan membeli obligasi negara lain. Tetapi kami adalah pasar dengan kinerja terbaik,” katanya.

Namun, data menunjukkan imbal hasil Treasury 10 tahun sebenarnya telah meningkat sekitar 15 basis poin sejak Januari 2025. Sementara itu, imbal hasil Treasury 30 tahun naik sekitar 40 basis poin.

Menurut Bessent, sejumlah persoalan masih menghambat pertumbuhan ekonomi AS. Di antaranya regulasi yang berlebihan, sistem perpajakan yang kurang efektif, minimnya investasi, serta kesenjangan keterampilan tenaga kerja.

Pemerintahan Trump, kata dia, tengah berupaya mengatasi persoalan tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih kuat.

Selain persoalan ekonomi, Bessent dalam forum G20 juga menegaskan AS akan terus memberikan tekanan kepada Iran melalui sanksi dan blokade ekonomi. Ia menepis anggapan bahwa strategi tersebut tidak dapat berjalan tanpa dukungan China.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya