Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Dolar AS Melemah, Pasar Mulai Spekulasi The Fed Naikkan Suku Bunga

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 08:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS melemah pada penutupan perdagangan Senin 31 Agustus 2026, meski pasar mulai meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat menaikkan suku bunga pada September.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,24 persen menjadi 99,43. Sehari sebelumnya, indeks tersebut sempat menyentuh 99,73, level tertinggi sejak 17 Agustus 2026.

Dengan pergerakan tersebut, DXY berada di jalur mencatat penurunan bulanan selama dua bulan berturut-turut.


Pelemahan Dolar AS terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed setelah pernyataan hawkish Chairman Federal Reserve Kevin Warsh. Ia menilai bank sentral masih memiliki pekerjaan untuk memastikan inflasi bergerak menuju target 2 persen.

Pernyataan itu membuat peluang kenaikan suku bunga pada rapat The Fed 15-16 September meningkat. Berdasarkan kontrak berjangka suku bunga, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan sebesar 64 persen, naik dari 35 persen sebelum komentar Warsh pada Jumat.

Meski demikian, arah kebijakan The Fed masih sangat bergantung pada data ekonomi Amerika Serikat. Investor kini menunggu laporan ketenagakerjaan Agustus yang akan dirilis Jumat. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan perusahaan AS menambah sekitar 55.000 tenaga kerja.

Di pasar valuta asing, Euro menguat 0,27 persen menjadi 1,1615 Dolar AS.  Sementara Poundsterling naik 0,07 persen ke 1,3544 Dolar AS. 

Yen Jepang menguat 0,2 persen menjadi 159,77 per Dolar AS setelah sebelumnya kembali menembus level 160. Penguatan Yen turut dipengaruhi pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang memperkirakan pemerintah dan bank sentral Jepang dapat mengambil langkah untuk memperkuat mata uang tersebut.

Selain data tenaga kerja, pasar juga akan mencermati data inflasi produsen AS pada 10 September dan inflasi konsumen sehari setelahnya. Kedua data tersebut akan menjadi petunjuk tambahan bagi investor dalam membaca arah kebijakan The Fed.

Meski Dolar AS masih bergerak melemah, perhatian pasar kini tertuju pada data ekonomi AS yang dapat menentukan apakah ekspektasi kenaikan suku bunga pada September benar-benar terwujud.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya