Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi Penulis)

Publika

Thoriqoh itu Fokus ke Allah, Bukan ke Jokowi dan PSI

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 05:52 WIB

THORIQOH adalah jalan praktik atau amal dalam membersihkan hati, landasannya ilmu tasawuf. Thoriqoh adalah jembatan manusia menuju Allah SWT, dan meninggalkan aspek keduniawian.

Yang ada dalam benak penganut thoriqoh hanya Allah SWT, baik dalam lafal lisannya, amal perbuatannya, pikiran dan perasaannya, hingga bisikan hatinya. Thariqah membimbing hamba hanya untuk ibadah kepada Khaliq.

Di Indonesia, ada beberapa gerakan thoriqoh. Yang masyhur diantaranya: Qadiriyah (dinisbatkan kepada Syaikh Abdul Qadir Jaelani), Naqsyabandiyah, Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (gabungan yang sangat besar pengikutnya di Indonesia), Tijaniyah, Syadziliyah, Syattariyah dan yang lainnya.


Tapi sayang, hari ini ada thoriqoh di Kebumen yang khidmatnya bukan pada Allah SWT, tapi pada Jokowi dan PSI. Dalam sebuah agenda Maulid Nabi dan Haul, sambutan thoriqoh justru sibuk memuji-muji Jokowi dan PSI.

Karena pujian tersebut, Jokowi lupa diri. Meminta yang berkuasa agar tak durjana, kalau sakti jangan mateni, kalau pintar jangan minteri. Jokowi lupa, sepuluh tahun berkuasa dia sudah banyak mateni rakyat dengan kesaktiannya sebagai penguasa. Dia lupa, sepanjang 10 tahun dia banyak minteri (baca: licik) kepada rakyatnya.

Tragedi Kanjuruhan, tragedi meninggalnya anggota KPPS, hingga tragedi KM-50 adalah bukti konkrit kekuasaan Jokowi mateni rakyatnya. Pembubaran HTI dan FPI, juga bukti Jokowi mateni dakwah dan perbedaan pendapat di tengah rakyat. Penangkapan ulama, aktivis dan mahasiswa, juga marak terjadi di era Jokowi.

Akan saya lawan, sudah tapi belum, pulang kampung bukan mudik, sedimentasi bukan pasir laut, adalah deretan kata-kata sakti dan minteri Jokowi, yang berujung mateni rakyat. Kebijakan negara fokus melayani Jokowi dan oligarki.

Hari ini, legacy kesaktian Jokowi dilanjutkan Prabowo. Jokowi, merasa Prabowo mulai mateni langkah politiknya. Jokowi, mulai mengingatkan Prabowo kalau sakti jangan mateni.

Prabowo, mulai menggunakan ilmu guru politiknya dalam kekuasaan. Jokowi, merasa ilmunya digunakan Prabowo untuk mengebiri langkah politiknya, juga langkahnya membesarkan PSI.

Tapi di balik itu semua, sayang sungguh sayang. Gerakan thoriqoh menjatuhkan marwah dan kehormatannya, dengan mengalihkan khidmat pada Khaliq, dialihkan khidmat pada Jokowi dan PSI. Gerakan thoriqoh yang semestinya fokus kepada Allah SWT, kini ikut sibuk memuji-muji Jokowi dan PSI. 

Jokowi yang tak punya panggung agama, tak punya panggung Akademisi, tak lagi berkuasa secara politik, ditolak di panggung adat dan raja-rajaan, mulai menggarap panggung thariqah. Bukan ayat Al Qur'an atau hadits yang disampaikan, tapi pepatah Jawa yang semestinya itu ditujukan pada dirinya sendiri. Lamun Siro Sekti Ojo Mateni. Lamun Siro Pinter Ojo Minteri. Lamun Siro Bener Tur Pener, Ojo Melu Jokowi.

Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik 


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya