Berita

Presiden PKS Almuzzammil Yusuf (Foto: Dokumen Istimewa)

Politik

Presiden PKS Ajak Fasilitator Muda Jadi Penggerak Perubahan

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 12:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajak anak muda PKS menjadi penggerak perubahan sekaligus membangun kedekatan dengan generasi muda di tengah perubahan zaman.

Pesan itu disampaikan Presiden PKS Almuzzammil Yusuf saat membuka Training for Youth Facilitator (TYF) yang digelar Bidang Kepemudaan DPP PKS dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Senin, 31 Agustus 2026.

Almuzzammil mengatakan, pemuda selalu memiliki posisi penting dalam setiap perubahan. Karena itu, PKS perlu terus melahirkan generasi muda yang memiliki karakter, kapasitas, dan kemampuan membaca tantangan zaman.


“Pemuda menjadi fokus kita karena pemuda dari masa ke masa, zaman ke zaman selalu menjadi ujung tombak perubahan,” ujarnya.

Ia mencontohkan peran generasi muda dalam sejarah Islam maupun perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, banyak sahabat Rasulullah SAW yang dijanjikan surga telah berkontribusi sejak usia muda. Semangat serupa juga terlihat dalam peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi salah satu tonggak perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

“Kita ingin mewarisi perjuangan mereka, munculkan anak-anak muda dari PKS. Pemuda yang sesuai dengan semangat konstitusi kita Pasal 31 ayat 3, orang-orang yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan mencerdaskan,” jelasnya.

Almuzzammil menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda, terutama di era digital. Setiap orang kini memiliki ruang untuk menjadi influencer sekaligus turut membentuk opini publik.

Karena itu, menurutnya, dibutuhkan fasilitator yang tidak hanya mampu mendampingi, tetapi juga membuka ruang ekspresi, membangun rasa nyaman, dan memberikan apresiasi kepada anak muda.

“Para fasilitator ini harus mampu menumbuhkan para pemuda menjadi taman seribu bunga yang menyumbangkan keindahan warna aslinya dan kita jadikan satu akumulasi kebaikan dalam kolektif jenius,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan Aang Kunaifi mengatakan TYF dirancang untuk memperbanyak fasilitator muda yang mampu menjadi pendamping, sahabat, sekaligus teman bagi anak muda, khususnya yang berada di sekitar basis sosial PKS.

“Yang ingin kita capai adalah menghasilkan sebanyak mungkin para fasilitator muda yang bertugas untuk menjadi pendamping, menjadi sahabat, menjadi teman bagi basis sosial PKS, terutama dari segmen anak muda,” ujar Aang.

Aang menjelaskan, proses kaderisasi dan regenerasi memiliki dua kata kunci, yakni rekrutmen dan retensi. Mengajak anak muda untuk berkumpul bersama PKS, menurutnya, baru merupakan langkah awal.

Tantangan berikutnya adalah memastikan mereka merasa nyaman, mendapatkan ruang untuk berkembang, dan tetap aktif.

“Semakin banyak orang bersama kita dan semakin banyak orang yang ingin menjadi bagian dari kita, maka semakin banyak pula fasilitator yang kita butuhkan,” ungkapnya.

Karena itu, Aang berharap TYF dapat menjadi pemantik bagi DPW PKS di seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan pelatihan serupa secara luring. Dengan demikian, ekosistem fasilitator muda dapat semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak generasi muda.

“Melalui TYF, PKS ingin memastikan kedekatan dengan anak muda tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui pendampingan yang konsisten dan ruang aktualisasi yang terbuka,” katanya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya