Di Muktamar ke-35 NU, sebanyak 1.000 peserta mendapatkan fasilitas pemeriksaan mata gratis oleh tenaga profesional (Foto: Istimewa)
Perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi organisasi. Di sela-sela agenda besar tersebut, NU Care-LAZISNU PBNU menghadirkan rangkaian aksi kemanusiaan untuk masyarakat sekitar dan para peserta muktamar.
Selama dua hari penyelenggaraan pada Jumat dan Minggu (28 dan 30 Agustus 2026), lembaga filantropi NU ini menggulirkan berbagai program sosial.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, menegaskan bahwa kegiatan ini merefleksikan hakikat NU sebagai ormas yang hadir untuk melayani masyarakat, khususnya kelompok yang paling membutuhkan.
"Muktamar NU bukan hanya soal pemilihan pemimpin baru, tapi forum warga NU secara keseluruhan. Yang paling penting jangan lupa bagaimana kita terus memiliki solidaritas dan kepedulian kepada isu-isu kemanusiaan," ujar Riri, dalam keterangannya kepada media, dikutip Senin 31 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan sosial ini diawali dengan menyalurkan beasiswa dan santunan kepada 500 anak yatim serta kaum duafa di sekitar kawasan Pondok Pesantren Tambakberas pada Jumat. Penyaluran bantuan dikoordinasikan bersama jaringan NU setempat agar tepat sasaran.
NU Care-LAZISNU juga menggelar program "Jumat Berbagi" dengan mendistribusikan 1.000 kotak nasi gratis bagi para muktamirin dan warga sekitar. Makanan disebar di empat titik strategis, termasuk di sejumlah masjid utama tempat dilaksanakannya ibadah Salat Jumat.
Aksi kepedulian berlanjut pada Minggu, dengan menyasar para pahlawan tanpa tanda jasa, yakni guru ngaji dan pendidik Al-Quran. Sebanyak 1.000 peserta mendapatkan fasilitas pemeriksaan mata gratis oleh tenaga profesional dari Ikatan Profesi Optometris Indonesia (Iropin), yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian kacamata sesuai kebutuhan resep mereka.
Riri menjelaskan bahwa para guru ngaji memerlukan perhatian khusus terhadap kesehatan penglihatannya mengingat aktivitas mereka sehari-hari yang intens membaca dan mengajar anak-anak.
Apresiasi pun datang dari para peserta, salah satunya Wiji Astutik, seorang pengajar TPQ At-Taqwa asal Megaluh, Jombang. Menurutnya, bantuan kacamata ini sangat membantu para pengajar usia pralansia dan lansia yang kerap mengalami kendala penglihatan.
Melalui ragam kegiatan sosial tersebut, NU Care-LAZISNU sukses membuktikan bahwa semarak Muktamar ke-35 NU tidak hanya hidup di ruang-ruang sidang musyawarah, tetapi juga mewujud nyata dalam bentuk kepedulian sosial yang menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.