Berita

Destry Damayanti. (Foto: Zoom)

Bisnis

Ramalan Ekonom: Destry Masuk, Rupiah Tetap Lemah

MINGGU, 30 AGUSTUS 2026 | 19:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penetapan mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti sebagai Gubernur BI diyakini tak akan memberi dampak signifikan terhadap penguatan nilai tukar Rupiah yang saat ini masih terus terdepresiasi.

Ekonom Senior Prof Didik J. Rachbini menilai, hingga lima tahun ke depan mata uang Garuda diprediksi tetap berada di posisi lemah dan bahkan berpotensi terus merosot, meski pucuk pimpinan Bank Sentral telah berganti.

"Kepemimpinan BI sudah berganti, dan pemimpin baru akan menjadi nakhoda BI sampai lima tahun mendatang. Apakah kepemimpinan BI sekarang akan mengubah posisi Rupiah menjadi lebih stabil dan lebih kuat dari sebelumnya? Jawabnya sulit dan bahkan hampir tidak bisa," ujar Prof Didik kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 30 Agustus 2026.


Rektor Universitas Paramadina ini menjelaskan, faktor utama dari tren lemah tersebut lantaran kepemimpinan BI diperkirakan bakal tetap berjalan secara business as usual.

Di sisi lain, berbagai tantangan berat dari sektor eksternal maupun internal masih terus membayangi dan sulit diurai oleh nakhoda baru.

"Banyak faktor lain eksternal dan internal BI yang tetap menjadi kendala sektor moneter. Kepemimpinan baru memang tidak mungkin bisa mengubah faktor-faktor yang menjadi kendala selama ini," jelasnya.

Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini menambahkan, besarnya pasar domestik Indonesia selama ini terbukti tidak menjadi jaminan bahwa ketahanan ekonomi nasional cukup kuat, yang tercermin dari loyonya nilai tukar Rupiah.

Oleh sebab itu, pergantian pimpinan tertinggi di Bank Indonesia dinilainya sebatas siklus birokrasi rutin yang tidak membawa dampak fundamental bagi penguatan nilai tukar.

"Jadi kepemimpinan baru saya prediksi tidak akan banyak mengubah sistem moneter, dan Rupiah seperti biasanya tetap akan lemah," tegasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya