Berita

Ketua Harian FSP BUMN Bersatu, Djusman H Umar. (Foto: Istimewa)

Bisnis

FSP BUMN Bersatu Dukung Streamlining Danantara

MINGGU, 30 AGUSTUS 2026 | 01:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Program streamlining atau perampingan struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dijalankan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mendapat dukungan dari Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu. 

Langkah konsolidasi tersebut dinilai penting untuk membangun struktur BUMN yang lebih ramping, sehat, produktif, kolaboratif, serta mampu bersaing di tingkat global.

Ketua Harian FSP BUMN Bersatu, Djusman H Umar menilai, program streamlining merupakan bagian penting dari pembenahan tata kelola dan struktur korporasi negara. 


Menurutnya, penyederhanaan jumlah entitas BUMN beserta anak dan cucu perusahaan harus diarahkan untuk menghilangkan tumpang tindih usaha sekaligus memperkuat fokus bisnis masing-masing perusahaan dalam ekosistem industrinya.

"BUMN yang ada harus didorong menjadi lebih produktif dan kolaboratif dalam masing-masing ekosistem industri yang dijalani," kata Ale, sapaan akrab Djusman, dikutip Minggu 30 Agustus 2026.

Program streamlining tersebut menyasar pengurangan jumlah entitas BUMN yang selama ini dinilai terlalu gemuk. 

Dari sekitar 1.077 entitas, jumlah perusahaan ditargetkan dapat dipangkas menjadi sekitar 250 hingga 350 entitas operasional.

Proses penataan dilakukan melalui sejumlah skema, antara lain merger, likuidasi, divestasi, konsolidasi vertikal, maupun penggabungan perusahaan yang memiliki kegiatan usaha tumpang tindih.

Sejauh ini, sekitar 274 hingga 290 entitas disebut telah masuk dalam proses penataan atau penutupan. 

Dengan demikian, program tersebut ditargetkan dapat memangkas hingga sekitar 652 perusahaan.

Selain menyederhanakan struktur organisasi, streamlining juga diharapkan menghasilkan efisiensi fiskal. 

Pemerintah memperkirakan langkah tersebut berpotensi memberikan penghematan anggaran negara hingga sekitar Rp50 triliun setiap tahun.

Bagi FSP BUMN Bersatu, angka efisiensi tersebut harus dilihat bukan semata-mata sebagai upaya penghematan, tetapi sebagai bagian dari transformasi korporasi negara agar modal dan sumber daya yang dimiliki BUMN dapat digunakan secara lebih optimal.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya