Berita

Partai Hanura ubah logo menggunakan kepala singa. (Foto: Dok. Hanura)

Politik

Alasan Filosofis Hanura Ubah Logo Partai jadi Kepala Singa

KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 14:26 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perubahan logo Partai Hanura bukan dilakukan tanpa arti. Partai besutan Oesman Sapta Odang (OSO) ini sengaja mengubah logo menjadi kepala singa sebagai sinyal kesiapan menatap Pemilu 2029.

"Kami mengubah semua atribut Hanura, termasuk logo baru berwujud singa. Seluruh jajaran dari pusat hingga ranting diinstruksikan satu komando mengusung new branding ini," tegas Ketua Task Force Partai Hanura, Patrice Rio Capella, Kamis, 27 Agustus 2026.

Hanura juga telah menggelar konsolidasi bersama ketua, sekretaris, dan bendahara DPD dan DPC, serta anggota DPRD Hanura di Provinsi Bengkulu, Rabu, 26 Agustus 2026.


Rio menjelaskan, filosofi singa dipilih karena melambangkan kekuatan, keberanian mengambil keputusan, serta daya tarung yang tinggi.

"Singa itu simbol keberanian dan wibawa. Ini evaluasi total agar para caleg menjadi singa petarung yang membawa Hanura menang di Pemilu 2029. Paling lambat awal 2027 seluruh atribut sudah berlogo singa, dan singa Hanura siap mengaum," kelakarnya optimis.

Merespons perombakan ini, Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai langkah Hanura mengganti logo, mars, hingga membentuk Tim Task Force sebagai bentuk keseriusan total keluar dari bayang-bayang kegagalan pemilu sebelumnya.

"Hanura terlihat sangat serius berbenah untuk merebut kembali kursi parlemen pada 2029. Ini ikhtiar menyuntikkan semangat ke akar rumput," ujar Adi Prayitno dihubungi terpisah.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) ini menambahkan, modal awal Hanura sebetulnya cukup kuat untuk bangkit kembali.

"Hanura memiliki 525 anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, terbanyak kedua setelah PPP di kategori partai non-parlemen. Modal besar ini harus dirawat dengan konsistensi konsolidasi hingga tingkat kecamatan 100 persen," tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya