Berita

Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

BUK Migas Dirancang Demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 13:19 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

DPR RI mulai menyiapkan pembahasan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (Migas) baru untuk memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan investasi berkualitas, serta mendorong kenaikan lifting migas.

Anggota Komisi XII DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengatakan, penyusunan UU Migas baru diperlukan untuk mengakomodasi perkembangan signifikan di sektor migas nasional.

"DPR saat ini dalam tahap untuk memulai pembahasan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi Nasional. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan legislasi di sektor migas nasional," ujar Eddy dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026. 


Selain perkembangan sektor migas, penyusunan regulasi baru juga berkaitan dengan putusan Mahkamah Konstitusi, khususnya Putusan Nomor 36 Tahun 2016.

Putusan tersebut menyatakan BP Migas selaku regulator di sektor migas tidak sah berdasarkan konstitusi, sehingga pemerintah menggantinya dengan SKK Migas.

Dalam rancangan UU Migas baru, SKK Migas nantinya akan digantikan dengan badan usaha khusus (BUK) hulu migas yang mengatur sekaligus mengusahakan kegiatan hulu migas nasional.

Eddy berharap UU Migas baru dapat memperkuat ketahanan energi, menghadirkan investasi berkualitas, serta meningkatkan lifting migas.

"Kami berharap bahwa satu, Undang-Undang Migas yang baru akan memberikan penguatan terhadap ketahanan energi nasional, menghadirkan investasi yang berkualitas, serta melakukan pengusahaan di sektor hulu migas untuk meningkatkan lifting migas kita ke depannya," tegasnya.

Ia menilai penguatan regulasi tersebut diperlukan untuk memperkuat sektor migas nasional dan ketahanan energi melalui UU yang tengah disusun DPR RI.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya