Berita

Dahlan Iskan dalam Dialog Kebangsaan di Museum Hakka, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu, 26 Agustus 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Dahlan Iskan: Indonesia Tak Perlu Takut 1998 Terulang

KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 10:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indonesia saat ini dinilai tidak perlu takut peristiwa seperti 1998 terulang dengan pola yang sama. Perubahan zaman, kemajuan teknologi, dan keterbukaan informasi membuat berbagai persoalan lebih mudah terlihat oleh masyarakat.

Menurut Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, kondisi Indonesia saat ini berbeda dengan masa menjelang 1998. Menurutnya, teknologi digital membuat berbagai persoalan yang sebelumnya dapat ditutupi kini lebih mudah diketahui publik.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti tidak adanya lagi "karpet" untuk menutupi masalah.


"Dulu zaman Orde Baru, masyarakat kelihatan tenang, semuanya serba baik, semuanya serba teratur, seolah-olah tidak ada masalah, tapi akhirnya kan ada masalah besar, tahun 98," kata Dahlan dalam Dialog Kebangsaan di Museum Hakka, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu, 26 Agustus 2026.

"Karena pada waktu itu, semua masalah itu ditaruh di bawah karpet. Jadi kelihatannya seolah-olah bersih. Sebetulnya kotor, cuma kotorannya itu ada di bawah karpet," sambungnya.

Menurut Dahlan, kondisi tersebut kini telah berubah karena teknologi seperti TikTok dan YouTube membuat informasi lebih terbuka. Berbagai persoalan yang sebelumnya tersembunyi dapat terlihat oleh masyarakat.

"Nah, sekarang ini, semua sampahnya itu kelihatan, semua 'debu'nya kelihatan, sekarang tidak ada 'karpet' lagi yang menutupi itu," ujarnya.

Dahlan juga mengingatkan bahwa suatu peristiwa memang mungkin kembali terjadi, tetapi tidak akan berlangsung dengan pola yang sama karena keadaan masyarakat telah berubah.

"Jadi, gak usah takut, sesuatu mungkin akan terulang dan terjadi, tetapi pasti akan ada kebaikan, perbaikan, karena keadaan sudah berubah. Orang semakin maju, ilmu pengetahuan semakin tinggi," tandasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya