Berita

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. (Foto: Istimewa)

Politik

Caketum PBNU Gus Kikin:

Politik Kebangsaan jadi Ruang Pengabdian NU bagi Kemanusiaan

KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 00:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menawarkan gagasan tentang arah NU ke depan yang bertumpu pada adab, karakter, persaudaraan, dan profesionalisme.

Bagi Gus Kikin, jabatan dalam NU merupakan amanah, bukan tujuan. Karena itu, kepemimpinan harus dijalankan dengan tanggung jawab dan ketulusan pengabdian. 

Sikap tersebut sejalan dengan pernyataannya bahwa pencalonannya sebagai calon Ketua Umum PBNU merupakan amanah organisasi, bukan dorongan ambisi pribadi.


“Jabatan itu amanah. Tidak boleh terlalu ambisi terhadap jabatan,” tegas Gus Kikin dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu malam, 26 Agustus 2026.

Menurutnya, NU perlu tetap berpijak pada Qanun Asasi sebagai pedoman organisasi sekaligus menjadikan nilai kemanusiaan (humanitarian) sebagai bagian penting dalam kehidupan NU. 

Ia mendorong agar NU menjadi organisasi yang beradab dan mampu menyamakan pandangan dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Bagi Gus Kikin, NU tidak seharusnya terjebak dalam politik praktis. Namun, NU tetap memiliki peran strategis dalam kehidupan kebangsaan sebagai kekuatan masyarakat sipil (civil society) yang menjaga persatuan, memperjuangkan kemanusiaan.

“NU tidak bisa lepas dari politik, namun agendanya politik kebangsaan dan kemanusiaan. Hal itu harus melampau segala kepentingan praktis,” jelasnya.
 
Untuk menghadapi tantangan lima tahun ke depan, Gus Kikin menilai NU harus mampu menjadi rumah bagi seluruh warganya. Rumah yang tidak hanya kuat secara kelembagaan dan intelektual, tetapi juga memiliki hati.

Lanjut dia, pembangunan manusia harus mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kecerdasan intelektual perlu berjalan bersama karakter, kepedulian, dan kemampuan memahami persoalan kemanusiaan.

Di tengah tantangan global dan berbagai persoalan sosial, NU juga dituntut membangun resiliensi. Karena itu, penguatan hati dan karakter menjadi penting agar masyarakat tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki daya tahan dalam menghadapi perubahan zaman.

“NU harus mempunyai hati. Kita harus memperkuat dan mengasah hati kita,” ujarnya.

Gus Kikin juga menekankan pentingnya melahirkan generasi muta'allim, yakni generasi pembelajar yang memiliki kemampuan intelektual dan kesiapan menghadapi tantangan global. Namun, menurutnya, kecerdasan tersebut harus selalu dibungkus dengan adab.

“Kita harus mempunyai intelegensia, tetapi intelektual itu harus dibungkus dengan adab,” tegasnya lagi.

Gagasan tersebut menempatkan NU bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi sebagai kekuatan sosial yang memiliki tanggung jawab dalam kehidupan kebangsaan. 

“Adab menjadi fondasi, ilmu menjadi kekuatan, persaudaraan menjadi perekat, profesionalisme menjadi cara kerja, dan politik kebangsaan menjadi ruang pengabdian NU bagi kemanusiaan dan Indonesia,” tutupnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya