Berita

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar meluncurkan Perintis Berdaya Connect (PBC) di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Pemerintah Perkuat Ekosistem Pemberdayaan Ekonomi Lewat Peluncuran PBC

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 21:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah mendorong optimalisasi aset dan ruang publik untuk memperluas akses pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar meluncurkan Perintis Berdaya Connect (PBC) di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu, 26 Agustus 2026, sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi dengan berbagai program pemerintah, mitra usaha, serta layanan pendukung.

“Saya sangat berharap Perintis Berdaya Connect Batu ini agar menjadi gerakan transformasi ekosistem usaha yang menjadi penopang pertumbuhan pelaku ekonomi di Kota Batu dan sekitarnya. Kita yakin dengan ekosistem yang baik, program Perintis Berdaya Connect Batu ini menjadikan Kota Batu unggul dibanding kota-kota lainnya di seluruh Indonesia,” kata Cak Imin akrab disapa.


PBC Batu menggandeng Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Batu, Batu Creative Hub, Komite Ekonomi Kreatif Batu, dan Rumah BUMN Malang. Kolaborasi ini terbuka bagi mitra lainnya untuk bergabung sesuai kebutuhan dan potensi daerah, sehingga dukungan yang tersedia bagi pelaku usaha dapat terus berkembang.

Kehadiran PBC Batu merupakan replikasi dari praktik PBC yang telah berjalan di Bandung. Model ini diharapkan dapat dikembangkan lebih luas lagi sebagai bagian dari Perintis Berdaya dalam membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih terhubung dan mudah diakses.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison menjelaskan, PBC tidak dibangun dengan menambah fasilitas maupun program baru. Yang dilakukan adalah menghubungkan dan mengoptimalkan berbagai layanan yang sudah tersedia agar lebih mudah diakses masyarakat.

“Filosofi utama Perintis Berdaya Connect bukan menambah beban administratif dengan program baru. Sebaliknya, kami ingin merapikan labirin birokrasi, menyederhanakan akses, dan mengintegrasikan layanan pengembangan usaha masyarakat. Dengan pendekatan ini, kami ingin dapat memperpendek jarak antara pelaku usaha dan berbagai dukungan yang mereka butuhkan, baik bagi usaha yang baru dimulai maupun yang sedang berkembang,” ujar Leontinus. 

Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai layanan yang langsung menyentuh kebutuhan pelaku usaha. Dalam peluncuran PBC Batu, misalnya, digelar lokakarya kepastian usaha mengenai skema perpajakan final bagi UMKM dan koperasi, sekaligus inventarisasi hambatan perizinan usaha yang berkaitan dengan BPOM dan PIRT.

PBC Batu juga menjadi ruang temu antara pelaku usaha dan pasar. Bazar dan festival kuliner menghadirkan sekitar 16 booth UMKM binaan Kota Batu dan 4 booth UMKM binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang jejaring dengan calon mitra.

Dukungan terhadap masyarakat juga diperluas melalui Cek Kesehatan Gratis bersama Dinas Kesehatan Kota Batu. BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan turut membuka booth untuk memberikan informasi dan akses layanan jaminan sosial kesehatan serta ketenagakerjaan.

Dengan pendekatan tersebut, PBC tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya pelaku usaha, tetapi juga menjadi titik temu berbagai layanan dan sumber daya yang dapat mendukung masyarakat untuk memulai, mengembangkan, dan memperkuat usahanya.

Melalui PBC, pemerintah ingin memastikan berbagai program, layanan, dan potensi yang selama ini berjalan tidak berdiri sendiri. Seluruhnya dihubungkan agar lebih mudah dijangkau masyarakat dan memberikan dampak yang lebih besar bagi penguatan ekonomi rakyat.

PBC Batu menjadi salah satu langkah Perintis Berdaya untuk mendekatkan negara dengan kebutuhan nyata masyarakat. Dari ruang publik yang telah tersedia, pemerintah mendorong lahirnya kolaborasi baru, memperluas akses usaha, dan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan naik kelas.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya