Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Zawiyah Ar Raudhah, Jakarta. (Foto: Istimewa)
Upaya-upaya untuk membuat umat Islam menyimpang dari jalan Allah SWT tak pernah berhenti. Bahkan, upaya penyimpangan hampir berhasil dilakukan terhadap Nabi Muhammad SAW oleh kaum kafir Quraisy.
Rais Aam Syuriah PBNU ke-10 KH Ma’ruf Amin menyampaikan hal tersebut saat memberikan tausiah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Zawiyah Ar Raudhah, Jakarta.
Di tengah ribuan umat Muslim yang hadir, cicit Syekh Nawawi Banten ini menyampaikan para ulama menyebut kehidupan di dunia sebagai dunia sebagai mamarran imtihaniyah, tempat lewat yang penuh ujian.
“Banyak ujian yang kalau kita tidak dibimbing, tidak mendapat
inayah rabbaniyah himayah rabbaniyah, boleh jadi kita mengalami proses penyimpangan dari jalan Allah SWT,” ujar Ma'ruf Amin dikutip Rabu 26 Agustus 2026.
Pengarang kitab I’anah al-Thalibin, Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha al-Dimyathi al-Bakri, kata Ma’ruf, pernah menyatakan bahwa di eranya sudah banyak fitnah dan penduduknya meninggalkan kebenaran.
“Kecuali orang yang dikehendaki oleh Allah SWT dan mereka itu sedikit. Jadi yang masih fi sabilillah, di jalan Allah SWT itu tinggal sedikit, karena banyak yang sudah terpengaruh, terbawa oleh bujukan rayuan upaya untuk menyimpangkan kita,” tuturnya.
Menurutnya, upaya-upaya untuk kita menyimpang dari jalan Allah SWT itu tidak pernah berhenti. Pada 100 tahun yang lalu saja, ujarnya, shahibul I’anah sudah menyatakan hal tersebut.
“Apalagi sekarang. Banyaknya media, banyaknya, orang bilang banyak setan gembleng yang menyimpangkan kita dan itu pasti,” tegasnya.
Bahkan, katanya, Rasulullah SAW sendiri juga pernah dipengaruhi untuk menyimpang dan penyimpangan tersebut hampir terjadi. Hal itu sebagaimana difirmankan Allah SWT di Surat Al-Isra’ ayat 73-74.
Mantan Ketua MUI ini menyampaikan dengan kasih sayangnya, Allah SWT menjaga Nabi Muhammad SAW untuk tidak terbelokkan.
“Jadi, kalau nabi saja dibilang hampir, apalagi kita ini, masya allah, jangan-jangan kita sudah menyimpang, cuma tidak berasa,” ujarnya.
KH Ma’ruf juga menyampaikan bahwa dalam kehidupan di dunia manusia diberikan pilihan. Manusia, katanya, diberikan kebebasan untuk beriman atau tidak, melakukan amal baik atau buruk, membela yang benar atau mendukung yang dzalim (bathil).
“Mau mengerjakan yang baik atau tidak itu diberikan pilihan, tapi ada batasnya. Kita boleh pilih itu sampai akhir usia, kalau sudah ajalnya tidak bisa pilih lagi,” pungkasnya.