Berita

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. (Foto: Ist)

Politik

Empat Tokoh NU Ditantang Baca Kitab Kuning di Arena Muktamar

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 18:11 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ulama HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur menantang empat tokoh Nahdlatul Ulama (NU) untuk uji terbuka mengarang dan membaca kitab kuning di arena Muktamar NU mendatang.

Tantangan terbuka ini dilayangkan Gus Lilur kepada KH Miftachul Akhyar, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), hingga Nusron Wahid demi membuktikan secara hukum dan ilmiah tuduhan fitnah yang dilaporkan ke Bareskrim Polri atas pernyataannya yang sebut Gus Kikin tidak bisa membaca kitab kuning (mengaji).

"Berhubung saya dipidana karena dituduh memfitnah Gus Kikin tidak bisa ngaji, tentu saya harus membuktikan secara hukum bahwa tuduhan tersebut memiliki dasar faktual," ujar Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 26 Agustus 2026.


Gus Lilur menekankan, uji faktual di hadapan publik dan para kiai sepuh menjadi sarana pembuktian yang transparan serta dapat dipertanggungjawabkan di mata hukum.

Tak hanya sekadar tantangan, Gus Lilur menyertukan konsekuensi moral bagi para tokoh tersebut apabila terbukti tidak menguasai literatur keilmuan Islam klasik tersebut.

"Jika terbukti tidak bisa ngaji, saya meminta secara hormat agar mereka bersedia menjadi santri dan belajar di Pesantren Tambakberas (lokasi Muktamar NU) hingga benar-benar menguasai keilmuan tersebut," tegasnya.

Pernyataan keras ini disampaikan sebagai respons langsung atas aduan hukum yang tengah berjalan di Bareskrim Polri, sekaligus penegasan komitmennya untuk menuntaskan polemik lewat pembuktian ilmiah di ruang publik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya