Berita

Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana. (Foto: istimewa)

Politik

RUU Perampasan Aset Kebanyakan Narasi tapi Minim Eksekusi

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 14:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, mempertanyakan realisasi janji Presiden Prabowo Subianto terkait pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Denny menilai, persoalan tersebut menjadi salah satu contoh ketidakkonsistenan antara narasi yang disampaikan Presiden Prabowo dengan pelaksanaannya di lapangan.

Menurut Denny, Prabowo telah menyampaikan komitmen mengenai RUU Perampasan Aset sejak 1 Mei 2025 saat berbicara di hadapan buruh. Namun, hingga 26 Agustus 2026, pembahasan dan realisasi aturan tersebut dinilai belum menunjukkan hasil yang sebanding dengan komitmen yang pernah disampaikan.


"Salah satu masalah ketika orasi-narasi yang disampaikan Presiden Prabowo tidak konsisten di tatanan eksekusi," kata Denny saat ditemui redaksi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Agustus 2026.

Denny mengaku sejak awal mendukung gagasan pembentukan UU Perampasan Aset karena dinilai penting dalam upaya pemberantasan korupsi.

Ia kemudian membandingkan proses RUU Perampasan Aset dengan perubahan sejumlah aturan lain yang menurutnya dapat diselesaikan relatif cepat oleh pemerintah dan DPR.

"Bandingkan dengan perubahan Undang-Undang TNI yang memberikan jabatan sipil kepada aparat, bandingkan juga dengan Undang-Undang Polri terutama soal umur Kapolri yang sedemikian cepat, hitungan hari disahkan," tuturnya.

Denny mempertanyakan mengapa aturan yang menurutnya berkaitan langsung dengan pemberantasan korupsi justru tidak menunjukkan progres secepat perubahan regulasi lainnya.

Bagi Denny, persoalan tersebut juga berkaitan dengan daya gugah sebuah pidato politik. Ia membandingkan orasi Presiden Prabowo dengan orasi mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Fatimah.

Menurutnya, orasi Fatimah justru lebih mampu membangkitkan semangat karena terdapat kesan ketulusan dan konsistensi antara pesan yang disampaikan dengan realitas yang dirasakan masyarakat.

"Kenapa orasi mahasiswa UI Fatimah lebih mendatangkan getaran semangat, tapi kenapa orasi Prabowo yang berjam-jam tidak menghadirkan itu?" ujarnya.

Denny menilai persoalannya bukan pada panjang atau pendeknya pidato, melainkan pada konsistensi antara narasi dan tindakan nyata. Ia pun menjadikan RUU Perampasan Aset sebagai contoh konkret dari apa yang disebutnya sebagai ketidaksesuaian antara pernyataan dengan tindakan pemerintah.

"Rancangan undang-undang, contoh konkret, masih omon-omon," tandas Denny.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya